Tren perkembangan kasus positif Covid-19 di NTB cukup tinggi, karena jumlah testing masih sangat terbatas
MATARAM.lombokjournal.com —
Mewakili Pemerintah Provinsi NTBr dalam apat evaluasi perkembangan pelaksanaan PPKM Mikro secara virtual, Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, mengungkapkan, dari 10 kabupaten kota di NTB terdapat tiga kabupaten yang mengalami penurunan kasus Covid-19 dengan posisi zona kuning dengan risiko rendah.
Sedangkan tujuh kabupaten kota lainnya masih berstatus zona orange dengan risiko sedang.
Pemerintah Provinsi NTB secara lokal juga telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di desa/kelurahan yang berisiko tinggi atau zona merah Covid-19, sejak Februari lalu. Hal tersebut sesuai Instruksi Gubernur No. 180/01/kum/2021.
“Artinya selama per 14 Maret setelah pemberlakuan PPKM yang tadinya terdapat desa yang merah sebesar 3 persen. Jadi saat ini tidak ada lagi desa dengan status merah,” ungkap dr. Nurhandini Eka Dewi, Kamis (18/03/21).
Mantan Kepala Dikes NTB itu menjelaskan, sementara desa yang berstatus zone orange dari 5,2 persen sekarang tinggal 0,2 persen.
Kemudian desa yang berstatus hijau sebesar 85,4 persen dan desa zona kuning 11 persen. Menurutnya, tren perkembangan kasus positif Covid-19 di NTB cukup tinggi, karena jumlah testing masih sangat terbatas.
BACA JUGA:
NTB Masuk Daerah Perluasan ‘Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat’ Mikro
“Kalau rata-rata perharinya masih bisa di angka 20 hingga 60 persen per harinya. Karena jumlah testingnya terbatas, inilah yang sedang kita kejar supaya jumlah testingnya bisa masuk,” pungkasnya.
Manikp@kominfo









