Terdampak Covid-19, Pariwisata NTB Bertumpu pada Wisatawan Lokal

H. Lalu Mohammad Faozal
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Di tengah keterbatasan mendatangkan wisatawan dari luar, justru ada peluang menggeliatnya pariwisata NTB oleh wisatawan lokal

MATARAM.lombokjournal.com — Kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) untuk menekan penyebaran Covid-19, membuat tak leluasanya akses ke luar masuk NTB.

Hal itu  memaksa pelaku pariwisata tak bisa berbuat banyak untuk menggaet wisatawan dari luar. Sebagai pilihannya, memaksa pelaku pariwisata menjadikan wisatawan lokal dari dalam NTB sebagai tumpuan terakhir.

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Provinsi NTB H. Lalu Mohammad Faozal menyampaikan itu saat ditemui LombokJournal.com di ruang kerjanya, Senin (20/07/20).

“Hari ini kita hanya berpikir mesin pariwisata kita ini bisa hidup dulu. Mesin hidup ini darimana? Dari menggerakkan (wisatawan) lokal ini dulu,” ujarnya.

Menurutnya, menggerakkan wisatawan lokal menjadi penting, selain karena pertimbangan kesehatan, juga melihat terbatasnya kemampuan ekonomi calon wisatawan dari luar daerah. Kondisi ini sebagai konsekwensi mandeknya perputaran ekonomi global karena Covid-19.

“Orang tidak seleluasa pada masa normal. Orang akan terikat protokol kesehatan dan uang nggak banyak,” katanya.

Menariknya, di tengah keterbatasan mendatangkan wisatawan dari luar, Faozal justru melihat peluang menggeliatnya pariwisata NTB oleh wisatawan lokal.

Terbukti saat ia melakukan kunjungan kerja ke salah satu kawasan wisata di Lombok Barat , Faozal  melihat langsung wisatawan lokal banyak yang menginap di salah satu hotel di kawasan tersebut.

“Waktu saya ke Sekotong, ke Sun Dancer, banyak dari Cakra, dari Mataram, menginap di sana,” terangnya.

Ia menyatakan hal tersebut bisa jadi catatan menarik agar pelaku wisata di NTB kembali berbenah meski segmen pasar mereka tidak seluas waktu kondisi normal.

Untuk kegiatan pariwisata berbasis virtual yang diselenggarakan pemerintah NTB beberapa waktu lalu, diakui Faozal hanya untuk kepentingan pemasaran. Harapannya,  wisatawan yang saat ini tidak bisa berwisata secara langsung akan datang waktu kondisi kembali normal.

“Itu membangun imajinasi. Promosi online kita untuk membangkitkan semangat berwisata pada masa normal,” paparnya.

Ast