“Kalau dihitung-hitung, entah sudah berapa rupiah yang harus saya bayarkan kalau tidak ikut dalam Program JKN-KIS”
lombokjournal.ccom —
JAMKESNEWS ; Susilowati (53) yang termasuk masyarakat berpenghasilan rendah, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah.
Pasalnya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran atau dana untuk memastikan masyarakat yang tidak mampu terlindungi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Keberadaan program ini dirasakan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat berpenghasilan rendah, seperti Susilowati.
Susilowati mengaku sangat bersyukur karena pemerintah sangat memperhatikan masyarakat tidak mampu seperti dirinya.
“Sehingga orang seperti saya, tidak pusing-pusing lagi memikirkan biaya apabila jatuh sakit,” kata Susi saat ditemui tim Jamkesnews, Kamis (08/12/2019).
Susilowati bersama suami dan kedua anaknya terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN sejak Program JKN-KIS bergulir. Sejak itu pula, sudah beberapa kali ia dan keluarganya merasakan manfaat JKN-KIS ini.
“Kalau dihitung-hitung, entah sudah berapa rupiah yang harus saya bayarkan kalau tidak ikut dalam Program JKN-KIS. Uang dari mana itu, kalau saya harus bayar sendiri. Jangankan untuk bayar biaya berobat, untuk makan sehari-hari saja sudah ngepas,” ucapnya.
Seperti saat ini, dia harus rawat inap di rumah sakit karena sakit tipes. Ia terpaksa menjalani rawat ini beberapa hari di rumah sakit. Menurut Susilowati, awalnya ia hanya merasakan panas saja dan diberi obat-obatan penurun panas.
“Karena sudah beberapa hari tidak turun-turun panasnya sehingga diputuskan untuk berobat ke rumah sakit, oleh dokter Puskesmas akhirnya saya dirujuk ke rumah sakit,” cerita Susilowati.
Ia menuturkan tentang pelayanan yang selama ini didapatkan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit. Semuanya terasa mudah dan tidak berbelit, bahkan administrasinya tidak serumit yang dibayangkan sebelumnya.
“Saya dilayani dengan baik, meskipun saya dari peserta yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah dan menempati kelas 3, semua petugas rumah sakitnya tidak membeda-bedakan. Dari perawat dan dokter, semuanya tetap ramah, bahkan administrasinya dari pendaftaran sampai masuk ruang perawatan, semuanya sangat mudah,” katanya terkesan.
ma/wt/JAMKESNEWS
Narasumber : Susilowati









