RSUD NTB Resmikan Poli Geriatri, Peningkatan Layanan Bagi Lansia

Dirut RSUP NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, Rabu (03/07) asaat meresmikan poli geriatri (Foto; Hms NTB)
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Pasien Geriatri adalah pasien Lanjut Usia dengan multi penyakit atau gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi dan lingkungan

MATARAM.lombokjournal.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB meningkatkan kualitas pelayanan kepada para lanjut usia (lansia) yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara terpadu.

Direktur RSUDP NTB dr. Lalu Hamzi Fikri, Rabu (03/07/19) mengatakan, populasi lansia di atas 60 tahun akan meningkat cukup tinggi beberapa tahun ke depan. Kelompok usia ini lebih rentan mengalami gangguan kesehatan dibanding usia di bawahnya.

Untuk mengakomodir para lansia, RSUDP NTB menyediakan layanan ‘geriatri’ yakni layanan kesehatan khusus bagi para lansia yang mengalami masalah medis lebih dari 1 penyakit.

Peningkatan pelayanan itu guna mewujudkan misi ke-3 NTB sehat dan cerdas, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB 2019-2023.

“Untuk mempermudah para lansia di atas usia 60 tahun untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama jika dibutuhkan pemeriksaan atau pengobatan lanjutan,” katanya.

Selama ini, layanan khusus bagi lansia di atas 60 tahun ini sudah dilakukan. Namun pasiennya menyebar di seluruh poli. Angka kunjungan pasien selama ini sekitar 30 persen dari total kunjungan.

“Ke depan konsep yang sedang kita susun adalah menyiapkan bangsal khusus di rawat inap dan kita siapkan home visit bagi pasien,” tambah Fikri.

Geriatri sendiri merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari keadaan-keadaan fisiologis dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan orang-orang lanjut usia. fokusnya pada penuaan dini dan tatalaksana penyakit terkait usia lanjut.

Pasien Geriatri adalah pasien Lanjut Usia dengan multi penyakit atau gangguan akibat penurunan fungsi organ, psikologi, sosial, ekonomi dan lingkungan. itu membutuhkan pelayanan kesehatan secara terpadu dengan pendekatan multidisiplin yang bekerja secara Interdisiplin.

Poli geriatri tersebut telah dibuka sejak Senin (01/07). Poli Geriatri jadi salah satu cara bagi RSUDP NTB terus meningkatkan pelayanan kepada lansia.

“Pokoknya pengembangan layanan geriatri terus kita tingkatkan,’’ tandasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) RI memproyeksikan pada tahun 2045 Indonesia akan memiliki sekitar 63,31 juta lansia. Atau hampir mencapai 20 persen populasi.

Bahkan, proyeksi PBB  menyebutkan,  persentase lansia Indonesia akan mencapai 25 persen pada tahun 2050 atau sekitar 74 juta lansia.

Pada tahun 2018, persentase lansia mencapai 9,27 persen atau sekitar 24,49 juta orang. Persentase lansia di Indonesia didominasi oleh lansia muda (kelompok umur 60-69 tahun) yang persentasenya mencapai 63,39 persen.

sisanya adalah lansia madya (kelompok umur 70-79 tahun) sebesar 27,92 persen, dan lansia tua atau kelompok umur 80 tahun keatas sebesar 8,69 persen.

Jumlah penduduk lansia di NTB sendiri, berdasarkan data BPS NTB, proyeksi 2010–2020 memiliki penduduk usia muda (0–14 tahun) sebesar 29,62 persen.

Penduduk usia produktif (15–59 tahun) sebesar 62,34 persen, dan penduduk usia 60 tahun ke atas di Provinsi NTB sebesar 8,03 persen.

AYA