Program ‘Zero Waste’ Jadi Agenda Edukasi MABA Universitas Hamzanwadi

PKKMB MABA Universitas Hamzanawadi, sejak Rabu, tanggal 4-8 September 2019, yang mengusung tema “The Energy of Hamzanwadi”. (Foto; AYA)
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Diharapkan para mahasiswa baru sejak dini peduli terhadap lingkungan agar sampah berubah jadi berkah

MATARAM.lombokjournal.com —  PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) Universitas Hamzanawadi dimulai Hari Rabu, tanggal 4-8 September 2019, yang mengusung tema “The Energy of Hamzanwadi”.

Tema tersebut diambil sebagai bentuk penghayatan dan pengamalan dari spirit Hamzanwadi kepada mahasiswa baru.

Salah satu bentuk program tahunan yang diselenggarakan menjelang aktif proses perkuliahan adalah PKKMB, yang ber tujuan agar calon mahasiswa baru mengenal dunia kampus baik dari sisi kehidupan akademik di perguruan tinggi, wawasan kebangsaan,  kehidupan organisasi kampus, budaya santri,  tata tertib kampus serta aktivitas lainnya yang ada di kampus.

​Salah satu agenda khusus PKKMB tahun adalah edukasi program Zero waste. Program zaro waste merupakan salah satu program unggulan pemerintah provinsi NTB.

Dalam mendukung program zero waste, kehidupan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru dibekali pengetahuan tentang pengurangan penggunaan sampah anorganik dan pemanfaatan sampah organik.

Selama proses PKKMB calon mahasisawa baru dibiasakan tidak membawa air kemasan, tetapi diwajibkan membawa wadah sendiri, panitia  menyiapkan air galon.

Selain itu, mereka juga tidak diperkenankan menggunakan bungkus nasi plastik melainkkan menggantinya dengan bungkus nasi hijau.

Dalam pemantapan program zero waste ini, panitia mengundang praktisi sebagai narasumber memberikan pelatihan pembuatan ecobrick, kompos, dan pemanfaatan plastik.

Harapannya, para mahasiswa baru sejak dini peduli terhadap lingkungan agar sampah berubah jadi berkah.

Berkah yang dimaksud disini adalah sampah bisa mendatangkan uang karena sampah bisa dijual, bisa menjadi pupuk organik, bisa jadi ecobrick, dan pastinya bisa menjadi bidang usaha baru.

Semoga dengan pelatihan ini para mahasiswa baru, memberikan semangat baru kepada para mahasiswa untuk mencintai bumi dan bisa mengaplikasikan ilmunya di tempat tinggal masing-masing.

Sehingga lingkungannya tetap bersih yang akhirnya Zero Waste terwujud secara merata.

AYA