“Ini faktor alamiah saja, rakyat ingin melihat pemimpin baru yang lebih baik dari era sebelumnya”
lombokjournal.com —
MATARAM ; Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, Minggu (10/11), memprediksi sebagian besar petahana Pilkada serentak 2020 di tujuh kabupaten/kota di NTB akan tumbang.
Sebagian lagi tidak bisa maju karena sudah dua kali menjabat yakni Walikota Mataram, Bupati Lombok Tengah dan Bupati Dompu.
Petahana Bupati dan Wakil Bupati di KSB dinilai masih terlalu kuat dan digdaya untuk dikalahkan dalam pilkada 2020, karena kepemimpinannya yang merakyat dan dicintai mayoritas masyarakat KSB.
Fenomena akan bertumbangannya petahana di Pilkada 2020 tanda-tandanya sudah mulai nampak dari berbagai opini ataupun permasalahan yang muncul di ruang publik.
“Ini sinyelemen awal atau warning bahwa kepemimpinan para petahana di berbagai kabupaten/kota di NTB yang muncul berbagai permasalahan, tidak lagi kokoh atau mulai rapuh secara politik,” kata Bambang.
Fenomena lain, kata lelaki yangg akrab disapa Didu, yakni makin banyaknya bermunculan calon penantang petahana yang memiliki kapasitas dan performance yang baik untuk memimpin.
Munculnya figur-figur baru ini harus dimaknai sebagai antitesa terhadap kepemimpinan petahana.
“Di kota Mataram misalnya gelora perubahan yang berembus makin menguat menginginkan kepemimpinan yang baru di Pilkada 2020,” tambahnya .
Maka tidak heran, gelaran Pilkada Kota Mataram akan menjadi ajang pertarungan prestise dan gengsi politik antara petahana melawan rivalnya yang rata-rata pendatang baru.
“Pilkada Kota Mataram 2020 akan berlangsung sengit dan ketat karena figur penantang petahana tidak bisa dipandang remeh. Apalagi gaung perubahan mulai menggema dimana-mana,” ucapnya .
Didu menambahkan, kehendak perubahan yang digelorakan masyarakat di berbagai wilayah di NTB haruslah diterjemahkan sebagai keinginan rakyat ada perbaikan di semua sektor kehidupan.
“Ini faktor alamiah saja, rakyat ingin melihat pemimpin baru yang lebih baik dari era sebelumnya,” kata mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB ini.
Mesin Partai
Dari perspektif partai politik, Pilkada serentak 2020 merupakan ajang pembuktian marwah dan legitimasi kekuatan mesin politik partai dalam mengagregasi dukungan pemilih.
Didu mengulas Partai Politik dalam Pilkada serentak 2020 akan lebih banyak menampilkan figur dari kadernya sebagai bagian kaderisasi kepemimpinan. Ini penting bagian dari penjejangan karier politik di masing-masing parpol.
“Kalaupun nanti yang diusung bukan kadernya, tentu ada pertimbangan lain taktis dan strategis untuk memenangkannya,” tambahnya.
Agenda politik lainnya untuk menyongsong dan pemantapan Pilgub 2023 agar tidak mengulangi Kesalahan Pilgub 2018, calon pengusung dari parpol besar bertumbangan di tangan Zul-Rohmi yang hanya diusung Demokrat dan PKS.
“Berkaca pada Pileg 2019, maka kecendrungan konstruksi dan koalisi politik yang terjadi dalam Pilkada 2020 , koalisi Parpol peraih suara terbanyak diprediksi akan memenangkan semua Pilkada serentak 2020,” kata Didu.
Me








