Penanganan bencana membutuhan orang yang mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dan pengalaman teritorial
MATARAM.lombokjournal.com — Pergantian pimpinan BPBD NTB dilakukan merupakan upaya penyegaran, karena NTB sedang menjalani masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa serta menghadapi tantangan potensi bencana ke depan.
Gubernur Zulkieflimansyah menegaskan itu usai melantik 21 Pejabat Struktural di lingkup Pemprov NTB, Senin (06/05),
Pemprov NTB memprioritaskan penanganan bencana yang dilakukan BPBD NTB. Hal ini tak lepas dari tingginya potensi bencana di NTB.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah. telah melakukan mutasi terhadap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum yang menjadi staf ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur, dan Pembangunan.
Posisi Rum digantikan Ahsanul Khalik yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial NTB.
Sebagai staf ahli, kata Zul, Rum nantinya juga akan tetap mendukung kerja-kerja yang dilakukan BPBD NTB.
“Saya kira perlu ada penyegaran juga karena ribet urus bencana Saya kira (Rum) jenuh dan perlu diberi tantangan lain,”ujarnya usal pelantikan (06/05).
Gubernur Zul menyebut, berdasarkan laporan BMKG, jumlah gempa yang melanda NTB pada dua bulan terakhir mencapai 2.117 gempa. Angka tersebut hampir sama dengan kurun waktu setahun pada 2018.
“Sebenarnya kita mengalami gempa yang luar biasa, belum lagi masalah banjir dan longsor. Kita akan betul-betul prioritaskan BPBD,” ungkata Gubernur Zul.
BACA JUGA ;
- Melantik 21 Pejabat Struktural, Gubernur Singgung Prioritas Penanganan Bencana
- Ahsanul Khalik Masi Pelajari Kondisi Dalam BPBD NTB
Zul menambahkan, penanganan bencana membutuhan orang yang mempunyai kemampuan komunikasi yang baik dan pengalaman teritorial.
Zul optimistis Ahsanul yang pernah menjadi pelaksana tugas (plt) Bupati Lombok Timur dan Kepala Dinas Sosial NTB mampu mengemban amanah dengan baik sebagai Kepala Pelaksana BPBD NTB.
“Selama ini kan sebagai Kadis Sosial juga ikut terlibat dalam penanganan bencana,” katanya.
AYA









