Pemprov Akan Lakukan Tracing dan Swab Gratis untuk Pedagang di Pasar

Kepala Dinas Kesehatan, Nurhandini Eka Dewi, ditemui wartawan usai menggelar rapat di Kantor Gunernur NTB, Jumat (24/07/20) (Foto; AYA)
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Tim Gugus Tugas telah menemukan empat pasien Covidi-19 yang tertular di pasar tradisional. Salah satu dari pasien tersebut dinyatakan meninggal

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan dengan melibatkan TNI dan Polri,  pada hari Selasa (28/07/20), akan melakukan Tracing kontak kepada pegawai serta pedagang  yang ada di pasar Kebon Roek Ampenan, Mataram.

“Kita besok itu tracing dulu karena ternyata dari data kita, ada pasien-pasien positif dari yang bekerja di sekitar pasar  Kebon Roek,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Nurhandini Eka Dewi usai menggelar rapat di Kantor Gunernur NTB, Jumat (24/07/20).

Nurhandini menjelaskan, jika akan mulai traching kepada orang-orang terdekat pasien yang bekerja di pasar Kebon Roek, tak terkecuali tracing juga akan dilakukan kepada para pedagang yang ada di pasar tersebut.

“Kita mulai dari tracing hari Selasa, di satu tempat sebanyak 300  orang yang akan dites, seperti tes Swab guna mengetahui apa ada yang reaktif atau tidak dan tes itu akan kita lakukan sehari saja dalam satu gerakan,”ujar Eka sapaan akrabnya

Sebelumnya Tim Gugus Tugas telah menemukan empat pasien Covid-19 yang tertular di pasar tradisional. Salah satu dari pasien tersebut dinyatakan meninggal.

“Data kita yang bekerja di Kebon Roek itu positif, kalau di Mandalika ada dua, satu meninggal  dan sekarang ada 4 orang di Kebon Roek. Ini posisi sekarang terkena di pasar,” katanya.

Petugas kesehatan yang akan diterjunkan untuk mengambil swab dan rapid test sebanyak 12 orang.

“Ada 12 tenaga kesehatan yang sudah kita latih itu nanti yang akan kita turunkan,” katanya.

AYA