Tiga pilar dihajatkan sebagai unsur penggerak masyarakat agar bergerak secara simultan
TANJUNG.lombokjournal.com – Pemerintah Daerah Lombok Utara bersinergi dengan jajaran TNI-Polri menyelenggarakan Apel Tiga Pilar, Rabu (15/07/20).
Dalam apel tiga pilar ini, Bupati Dr. H. Najmul Akhyar bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi Kapolres Lombok Utara AKBP Fery Jaya Satriansah, SH dan Dandim 1606/Lobar diwakili oleh Danramil Tanjung Kapten Zainul.


Bupati Lombok Utara membacakan amanat Kapolda NTB Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K, MH, mengatakan apel tiga pilar itu digelar sebagai upaya konslidasi bagi semua pihak dalam rangka pemberantasan penyebaran pandemi virus corona.
Apel tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan guna menekan penyebaran wabah Covid-19.
Selain itu, untuk menyongsong Lomba Kampung Sehat secara serentak 2020 di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Salah satu strategi memberantas dan memutus rantai Covid-19 adalah implementasi kegiatan kampung sehat,” kata Bupati Najmul.
Pasalnya, kegiatan kampung sehat berbagai upaya untuk menekan sekaligus memberantas penyebaran virus corona, yang ditempuh melalui empat aspek, yaitu kesehatan, ekonomi, keamanan, serta informasi dan kelembagaan.
Aspek-aspek itu kalau dijalankan secara tertib dan kontinyu, diyakini dapat menimbulkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan Covid-19 sebagai musuh bersama. Di samping itu juaga meningkatkan peran masyarakat dalam pencegahan wabah pandemi global tersebut.
“Menjamin efektifitas kelangsungan kampung sehat dapat terlaksana dengan baik dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, maka pelaksanaan program tersebut diperlombakan,” jelas Bupati Najmul Akhyar.
Sekjen Apkasi ini menyampaikan, kegiatan kampung sehat sejatinya gerakan masyarakat dalam memberantas dan mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan domisili masing-masing.
“Kegiatan kampung sehat bukan hanya bertumpu pada pemerintah, tapi gerakan masyarakat dalam bentuk aksi kolektif,” katanya.
Tiga pilar dihajatkan sebagai unsur penggerak masyarakat agar bergerak secara simultan.
Kata Bupati Najmul, unsur pengerak tersebut dijalankan oleh TNI-Polri dan Pemda KLU terdiri dari Kepala Desa, Babinsa serta Bhabinkamtibmas.
Ketiga pilar itu merupakan unsur pemerintahan paling dasar dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ditambah dengan unsur pendukung lainnya baik dari kecamatan maupun kabupaten.
Kesadaran masyarakat
“Target gerakan kampung sehat dilombakan adalah timbulnya kesadaran masyarakat dalam menciptakan sistem pertahanan di lingkungan masing-masing,” terang Najmul.
Meretas pandemi Covid-19 melalui pendekatan Lomba Kampung Sehat dengan motor penggerak sinergitas 3 pilar dan komponen masyarakat.
Hal ini diharapkan, dapat memberi pemahaman yang utuh terkait betapa pentingnya makna kampung sehat. Yakni dalam pengertian steril, ekonomi produktif, hiegynis, aman dan tangguh untuk mengikuti pola NTB (nurut tatanan baru).
Kata Bupati Najmul, pola nurut tatanan baru dengan menerapkan sejumlah standar baru dalam kehidupan sehari-hari, antara lain menggunakan masker, rutin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman.
Kenyataannya, pola hidup di atas sudah ditinggalkan oleh masyarakat kita. Padahal saat ini kita masih hidup di tengah pandemi virus Corona.
“Pada kesempatan ini saya ajak semua pihak mari tingkatkan kembali pelaksanaan nurut tatanan baru melalui tiga hal di atas,” jelas bupati.
Pola NTB harus diterapkan secara masif dan konsisten seraya mengimbau, semua elemen bersedia menjadi “Pejuang Covid-19 Kabupaten Lombok Utara”, dengan senantiasa mengikuti tiga norma nurut tatanan baru.
Bupati Najmul berpesan kepada Babinsa, Babinkamtibmas, dan Kepala Desa agar meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
“Lalu menumbuhkan keyakinan bahwa apapun yang kita lakukan untuk membangun keamanan adalah bernilai ibadah,” pesannya.
Ia meminta ketiga pilar menyiapkan diri mengamankan dan menyukseskan gelaran Pilkada 2020 yang aman dan damai di seluruh wilayah gumi Tioq Tata Tunaq.
Di samping itu, ketiga pilar juga mesti berperan aktif dalam menyosialisasikan penolakan dan menangkal paham radikalisme dan aksi terorisme. Serta memelihara lingkungan berdasar kesadaran dan tanggungjawab setiap warga, dengan menggotong asas dan prinsip standar protokol kesehatan Covid-19.
“Mari bersama kita laksanakan lomba kampung sehat agar masyarakat kita punya jiwa kemandirian dan kemampuan guna menyelesaikan permasalahan di wilayahnya,” ajak bupati.
Kegiatan apel tiga pilar itu dihadiri Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH para Asisten, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa. Sementara para peserta dari unsur TNI-POLRI, Pol PP, Dishub serta PMI KLU.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan Penyerahan Stiker Kampung Sehat kepada perwakilan Kades, Babinkamtibmas, Babinsa serta penempelan langsung stiker masing-masing randis.
sid









