Seni  

Pameran Organic Mind perupa Mantra Ardhana di Kalkuta, dikuratori Nina Saxer

Dev r Nil Nil : Pameran seni ini luar biasa berlapis dan mengandung beragam tingkat penafsiran
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

lombokjournal.com

Mantra Ardhana, perupa dari Caranegara-Lombok, baru-baru ini sukses memamerkan lukisannya di Kalkuta, India. Berikut ini laporan yang ditulis Cine Kolkata di www.cinekolkata.com

Mantra Ardhana
Mantra Ardhana

Pameran Organic Mind karya salah satu perupa asal Cakranegara Lombok, Mantra Ardhana, memungkinkan pecinta seni di India  memahami sekilas pemikiran salah satu seniman kontemporer Indonesia paling menarik. Pameran itu dikuratori Nina Saxer dibuka tanggal 15 April oleh duo perancang busana Dev r Nil di Rage Gallery, 54, Lower Range, Beck Bagan, Kolkata 19. Pameran itu berakhir tanggal 17 April.

Acara ini dihadiri tokoh budaya Anjum Katyal, Konsulat Jerman Mr Iversen, sosialita Corina Popa, pengusaha Wu Lyf, Anita dan Shreya Kanoi dari Living Free. Malam itu juga tampak aktor Bobby Chakraborty, pekerja sosial Urmi Basu dan model terkenal Nick Rampal dan Mohammad Shabbir Baig serta tokoh-tokoh lainnya.

Mantra2

Seni Mantra termasuk musiknya, merefleksikan identitas etnik Lombok dengan takaran menggelitik. Mantra membenamkan identitas itu ke dalam aksen kegelisahan kontemporer dari kehidupan modern, seperti kemajuan teknologi dan multikulturalisme. Lukisan-lukisannya merupakan penggabungan abstraksi warna cerah dengan sentuhan abu-abu, mengimpresikan kepekaan gejolak emosi yang mernghadirkan psikis manusia neo-postmodern.

Ketika berbicarakurator pameran, Nina Saxer mengatakan, “Organic Mind adalah pameran lukisan kedua yang saya kurasi, dan itu adalah personal bagiku. Pameran pertama yang saya telah dikurasi adalah penghormatan akhir kepada kakak ipar saya, Philippe Saxer.  Kali ini, perupanya teman baik saya.”

Nina lebih lanjut menambahkan, “Saya sangat senang, akhirnya bisa memperkenalkan seniman Lombok terkenal ke Kolkata. Saya yakin, pecinta seni di sini sangat gembira dengan pameran ini. Indonesia memiliki banyak perupa besar dan Mantra Ardhana adalah salah satunya. Ia seniman yang berdedikasi dan bersemangat, ia telah bekerja sangat keras untuk mengasah keterampilan, gaya dan konsep. Konsep Organic Mind itu diendapkannya sejak tahun 2010”

Menyinggung perupa dan pamerannya, Nina mengatakan, “Mantra sebagai seniman visual kontemporer, melalui koleksi ini hendak mengungkapkan, sebagai manusia kita tak mesti meninggalkan akal alamiah kita. Kemudian tenggelam dalam konsumerisme dan terpengaruh media dalam dunia neo postmodern kontemporer kita. Dalam seri ini, Mantra menyampaikan pesan, agar kita untuk tidak melupakan keterampilan organik kita, termasuk pikiran dan perasaan yang organik.”

mantra5

Dalam kesempatan itu, Dev r Nil Nil mengatakan, “Meskipun kami datang dari genre seni yang sama sekali berbeda, beberapa tahun terakhir kami menyaksikan hanya beberapa pameran mendapat kurator yang baik,  Seni dalam pameran ini luar biasa berlapis dan mengandung beragam tingkat penafsiran.”

Berbicara tentang Organik Pikiran, perupa Mantra Ardhana mengirim catatan, “Organic Mind atau pikiran organik atau alamiah akan mengubah wawasan kita tentang kehidupan, melalui sudut pandang kontroversial seorang seniman.”

Lukisan “A Love and The Rain (cinta dan hujan)” menampakkan dua tubuh saling terkait dalam nuansa abu-abu “Half Rain on My Pietry (gerimis dan puisiku)” gambaran wajah-wajah manusia yang nyaris impresionistik dengan curahan hujan menabburi sosok manusia untuk “The Poetry of A Man who Sell The world (puisi  seorang pria yang menjual dunia,” merupakan lukisan penuh emosi, ekspresif dan magis.

Pameran “Organic Mind“; 13 akrilik dan 14 lukisan cat air.

 

penj, Rayne Qu