Okupansi Hotel di NTB Menurun Drastis

I Gusti Lanang Patra
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Gusti Lanang tak menampik bahwa okupansi di hotel MICE ini naik karena banyaknya meeting yang dilakukan perkantoran, yang mungkin sedang menghabiskan anggaran akhir tahun

MATARAM.lombokjournal.com

Okupansi Hotel di NTB semenjak terjadinya Covid-19 ini mengalami penurunan drastis sampai bulan-Sepember 2020, tak beranjak membaik seperti bulan sebelumnya.

“Saya kira tidak ada yang berbeda dengan bulan sebelumnya, naik naik sedikit. Ya hampir sama lah,” ujar I Gusti Lanang Patra, Badan Kehormatan Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) NTB,  Jumat (02/10/20).

Menurutnya, saat ini MICE ada peningkatan sekitar 30-40 persen bahkan ada yang sampai 60 persen. Namun yang kondisiya terparah yakni resort- resort yang ada di Gili, Kuta dan Senggigi.

“Yang parah teman teman yang di resort seperti di Gili, Kuta, Senggigi. Kalau di daerah-dearah itu mungkin tidak lebih dari 30 persen, kalau di kota lumayan rata rata 40 persen. Memang ada hotel yang okupnasinya sampai 60 persen di kota,” tegasnya.

Gusti Lanang tak menampik bahwa okupansi di hotel MICE ini naik karena banyaknya meeting yang dilakukan perkantoran, yang mungkin sedang menghabiskan anggaran akhir tahun.

Gusti menambahkan, kalau kondisi normal (sebelum pandemi Covid-19) bulan ini sudah masuk high season,  kalau untuk mice apalagi MICE sampai Desember.

Namun karena Covid ini okupansi menurun, jangankan MICE untuk wisatawan mancanegara turun,  sama sekali tidak ada alias 0 persen.

“Iya okupnasi hanya dipenuhi oleh MICE saja. Kalau wisatawan segmen pasarnya kecil sekali yang ada ini ya kegiatan bisnis, MICE pemerintahaan, itu saja, wisatawan  0 persen,” katanya.

Apalagi Bali sebagai salah pintu masuk wisman juga meurun.

“Kalau sekarang ini kita hanya mengandalkan lokal dan domestik saja. yang resort seperti di Sembalun Kuta, Senggigi, Gili, itu orang orang lokal kita yang di andalkan,” kata Lanang..

AYA