NTB Gelar Pameran Buku Islami Selama Ramadhan

Pameran buku Islami berlangsung di Ballroom Masjid Hubbul Wathan, Kompleks Islamic Center NTB selama bulan suci ramadhan.

MATARAM,lombokjournal.com – Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengatakan, pameran buku Islami diharapkan mampu mendorong minat budaya baca para generasi muda di NTB. “Pameran buku berkaitan dengan budaya baca. Pameran buku seperti ini diharapkan bisa mendorong budaya baca anak-anak muda di NTB,” ujar Faozal, Selasa (6/6) di Islamic Center NTB.

Menurutnya, di era modernisasi saat ini, generasi muda cenderung lebih dekat dengan gawai. Dengan adanya pameran buku seperti ini, Faozal berharap membuka mata anak-anak muda di NTB untuk lebih dekat dengan buku sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Buku-buku Islami juga menjadi jendela dunia bagi para generasi muda untuk lebih mengenal tentang dunia Islam.

Faozal menilai, cukup banyak generasi muda saat ini yang kurang bijak dalam mengakses informasi dan kegemaran membaca buku.

Kebanyakan dari mereka cenderung lebih akrab dengan media sosial.

“Buku sendiri itu jadi urutan ke sekian untuk dibaca,” lanjut Faozal.

Menurut Faozal, banyak dari anak muda yang lebih erat menggenggam gawai sehingga kerapkali mengabaikan buku. Hal ini merupakan upaya Pemprov NTB untuk mengajak anak-anak muda untuk lebih dekat dengan buku.

Pameran buku Islami Pesona Khazanah Ramadhan sendiri  berlangsung sejak 26 Mei hingga 25 Juni 2017 di Ballroom Masjid Hubbul Wathan, Kompleks Islamic Center NTB.

Aneka buku dari beragam penerbit turut memeriahkan bazar mulai dari buku anak, buka agama, novel, dan buku-buku referensi. Terdapat buku-buku dari sekitar 12 penerbit mulai dari Republika Penerbit, Penerbit Agro, dan Penerbit Diva yang bisa didapatkan pengunjung dengan potongan harga bervariasi selama bulan ramadhan.

Rencananya, penulis Habiburrahman El Shirazy akan membedah novel terbarunya Bidadari Bermata Bening dalam pameran buku Islami.

AYA

 

 

 

 

 

Dompu ‘Panen Uang’ Dari Jagung

DOMPU.lombokjournal.com — Kabupaten Dompu bisa menghasilkan hingga Rp2 Triliun dari hasil panen komoditi Jagung, yang terus dikembangkan secara masif di daerah itu.

Produktivitas Jagung yang meningkat dari rara-rata 8 Ton per hektare menjadi rata-rata 10 Ton perhektare, serta harga jual yang stabil di angka Rp3.500/Kg, membuat hasil panen kali ini disebut sebagai “Panen Uang” oleh Bupati Dompu, H Bambang HM Yasin.

“Dompu lagi “panen uang”. Masyarakat Dompu sedang menikmati hasil Jagung yang melimpah. Masyarakat Dompu saat ini bisa menghasilkan uang sekitar Rp2 Triliun, angka yang jauh melebihi APBD Kabupaten Dompu,”kata Bupati Bambang, Selasa petang (6/6), di Pendopo Bupati Dompu, saat berbuka puasa bersama Wakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin dan Danrem 162 Wirabhakti Mataram, Kolonel Inf. Farid bersama rombongan dalam kegiatan Safari Ramadhan Wakil Gubernur NTB ke wilayah Dompu.

Bupati Bambang mengatakan, program penanaman Jagung yang terus didorong di Dompu sejak beberapa tahun lalu diharapkan akan terus berkembang.

Program yang mendukung ikhtiar Pemprov NTB dalam pola Pijar (Sapi, Jagung, dan Rumput Laut), ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, menggerakan roda perekonomian daerah, menciptakan iklim investasi positif dan lapangan kerja, sekaligus menekan angka kemiskinan.

AYA