Saat ini NTB masih kekurangan guru produktif, saat jumlahnya masih sebesar 1.400 orang terdiri dari ahli mesin, ahli tanah ahli boga dan lain sebagainyan
MATARAM.lombokjournal.com –
Pemerintah Provinsi NTB tahun 2021 akan mendapatkan jatah lima ribu Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).
Peserta P3K yang sudah terbit SK-nya tahap satu dan dua jumlahnya sebanyak 2.555 orang, untuk tahap ketiga jumlahnya sekitar 1.200 orang, yang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di NTB
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Aidy Furqon dI Mataram, Senin (14/12/20).
Aidy menyebutkan, Pemerintah Pusat memberikan jatah P3K Provinsi NTB untuk semua jenjang sebanyak lima ribu orang. Kabar ini sekaligus akan menjadi angin segar bagi para tenaga guru honorer untuk mendapatkan gaji atau upah yang layak.
Sebelum difasilitasi oleh Pemerintah Pusat, pihak Dikbud NTB tetap menerbitkan SK Penugasan oleh Gubernur kepada Guru Honorer yang sudah diumumkan pada tanggal 17 Desember mendatang, yakni sekitar 1.200 orang yang sudah memenuhi standar dari tiga ribu lebih peserta yang terdaftar.
Dikbud NTB tidak memungkiri, saat ini NTB masih kekurangan guru produktif. Berdasarkan data yang dimiliki saat ini, NTB memiliki guru produktif sebesar 1.400 orang terdiri dari ahli mesin, ahli tanah ahli boga dan lain sebagainya.
Sedangkan guru SLB termasuk SLB yang paling banyak dimiliki saat ini, yaitu guru umum seperti guru Matematika, PKN dan Bahasa.
“Melalui SK gubernur yang sudah terbit ini, nantinya akan memberikan ruang kepada para guru yang sudah terdaftar di didata pokok Pendidikan. Dengan demikian berhak untuk ikut pelatihan peningkatan kompetensi guru dan telah memiliki sertifikat pendidik artinya memiliki hak atas tunjangan sertifikasi yang besaranya satu kali gaji,” jelas Aidy.
Aya









