MUI NTB: Libatkan Ulama Sosialisasikan Covid-19 dan Protokol Kesehatan

TGH Hazmi Hamzar
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Selama ini ulama dan pemuka agama terkesan hanya dilibatkan ‘sepintas lalu’

MATARAM.lombokjournal.com — Dewan pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB TGH Hazmi Hamzar mendorong pemerintah agar melibatkan ulama dan pemuka agama, sebagai bagian dari tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19.

Pelibatan ulama dan tokoh agama sangat penting untuk mensosialisasikan pentingnya peran aktif masyarakat dalam membantu pemerintah menekan angka penyebaran Covid-19 di provinsi NTB.

Hazmi Hamzar menyampaikan itu kepada Lombok Journal.com terkait peristiwa ratusan warga dusun Ranjok Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat ‘menyerbu’ Rumah Sakit (RS) Kota Mataram. untuk mengambil paksa jenazah warganya yang meninggal karena infeksi Covid-19, Senin (06/07/20).   malam,

Menurutnya, saat ini psikologi masyarakat kaitannya dengan penyebaran Covid-19 sedang tidak stabil, salah satunya disebabkan informasi yang beredar di masyarakat masih simpang-siur.

Minimnya informasi langsung yang mereka terima dari Satgas Covid-19, khususnya informasi yang terkait dalil-dalil agama dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 disinyalir jadi penyebab.

“Libatkan ulama dalam tim Satgas itu,” katanya. Selasa, (07/07/20).

Hazmi yang juga Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Maraqitta’limat Lombok Timur ini menyampaikan kehadiran ulama atau pemuka agama di tengah-tengah masyarakat sangat diperlukan.

Para ulama dan pemuka agama tersebut nantinya menjadi jembatan informasi dari pemerintah ke masyarakat terutama informasi kaitannya dengan pentingnya kesadaran masyarakat mentaati protokol kesehatan dari sudut pandang agama.

“Umara’ hadir untuk informasi kesehatan, nanti ulama yang menjelaskan dalilnya,.” Katanya.

Dikatakan, selama ini ulama dan pemuka agama terkesan hanya dilibatkan ‘sepintas lalu’. Tidak ada upaya nyata menjadikan para ulama dan pemuka agama mengambil bagian nyata dengan terlibat langsung sebagai tim penanganan penyebaran Covid-19 tersebut.

BACA JUGA:  

Satgas Covid 19 Harus Gandeng Toma dan Toga Lokal Untuk Sosialisasi Protokol Kesehatan

“Dilibatkan dong di dalam tim Satgas itu. Jangan pada saat rawan terus diminta berfatwa,” katanya.

Ast