Menekan Angka Stunting, Dikampanyekan Pemberian ASI Ekslusif

Para ibu membaya bayinya dalam peringatan Pekan ASI Sedunia yang jatuh setiap tanggal 1-7 agustus, Minggu (04/08/2019) (Foto; HmsNTB)
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Ditekankan dukungan dari anggota keluarga lainnya  untuk ibu yang sedang melakukan pemberian ASI secara eksklusif

dr. Nurhandini Eka Dewi

MATARAM.lombokjournal.com – Menurunkan angka stunting atau kasus-kasus gizi buruk dan anak kurang gizi, merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB mewujudkan misi NTB sehat dan cerdas.

PemprovNTB Salah satunya  melakukan edukasi kesehatan dan menyerukan adanya dukungan yang masif bagi para ibu menyusui.

Pada peringatan Pekan ASI Sedunia yang jatuh setiap tanggal 1-7 agustus, yang dirangkai acara Inspiratif Expo menyambut HUT RI ke 74  di Car Free Day jalan udayana mataram (04/08/2019), Pemprov NTB melalui Dinas Kesehatan mendorong kegiatan pemberian ASI (air susu ibu) eksklusif untuk anak usia 0-6 bulan.

Kegiatan ASI eksklusif yang dikampanyekan ini, sejalan dengan program pemerintah provinsi menekan angka stunting di NTB. ASI sebagai asupan pertama anak haruslah terjaga kualitasnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, menegaskan, pada usia tersebut anak memerlukan gizi yang baik untuk proses tumbuh kembangnya.

“Anak harus memiliki status gizi yang baik sejak baru lahir, maka Asi merupakan Gizi terbaik untuk anak,” tutur kadis.

Tidak hanya itu, ditekankan dukungan dari anggota keluarga lainnya  untuk ibu yang sedang melakukan pemberian ASI secara eksklusif dalam hal ini adalah ayah.

“Memang sudah tanggung jawab ibu memberikan ASI,namun  peran ayah dan keluarga sangat diperlukan untuk mendukung secara psikologis,” ungkap dr. Eka.

Dewi Samawati  yakni dokter Spesialis Anak mengatakan, dukungan tidak cukup  diwujudkan oleh pemerintah saja, tapi secara psikologis dukungan keluarga sangat berpengaruh terutama pada kualitas ASI yang diproduksi seorang ibu,selain mengkonsumsi sayuran serta buah buahan.

“Tidak cukup bagi seorang ibu hanya mengkonsumsi 4 sehat 5 sempurna untuk menyusui, namun dukungan psikis dari keluarga akan membuat produksi ASI yang sehat dan berkualitas” tutur Dewi.

AYA/HmsNTB