Memang Awalnnya Berat, Kini Bayar Iuran JKN-KIS Sudah Jadi  Prioritas

Fitriyani bersama Firdiansyah
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Kita tidak bisa melindungi keluarga jika sedang sakit, oleh karenanya kesehatan memang pantas jika menjadi hal utama yang juga harus diperhatikan

lombokjournal.com —

MATARAM —  Sejak tahun 2014 silam, Fitriyani (28) bersama suaminya, Firdiansyah (34), telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Fitriyan punya ungkapan yang perlu diperhatikan; tanpa kesehatan yang prima, tidak akan bisa menjalani pekerjaan dengan baik pula.

Manusia pasti suatu saat mengalami sakit, karena itu Fitriyani selalu sedia payung sebelum sakit itu datang. Karena itu, ia menjadi peserta BPJS Kesehatan, agar saat sakit ia segera berobat tanpa mengkhawatirkan biaya berobat.

Dan karena tu pula, hingga saat ini Fitriyani mengaku belum pernah sekalipun terlambat membayar iuran JKN-KIS.

Menurutnya,  perlindungan kesehatan dalam sebuah keluarga merupakan hal yang penting.

“Meski penghasilan tidak menentu, namun kami percaya dengan terdaftar sebagai peserta JKN-KIS akan mempermudah dan membantu kami suatu hari nanti dan alhamdulillah kami merasakan manfaatnya sekarang,” ujar Fitri saat diwawancara Jamkesnews, Kamis (15/08).

Fitriyani yang ditemani suaminya Firdiansyah saat menerima wawancara dengan Tiim Jamkesnews, mengaku awal-awal mendaftar sebagai peserta JKN-KIS merupakan hal yang berat, karena dengan penghasilan yang pas-pasan dirinya harus membagi-bagi mana kebutuhan yang prioritas.

Namun seiring berjalannya waktu, menurut Firdiansyah,  kesehatan merupakan hal yang penting sehingga membayar iuran JKN-KIS menjadi kebutuhan prioritas yang harus tetap dilaksanakannya.

Menurutnya, kita tidak bisa melindungi keluarga jika sedang sakit, oleh karenanya kesehatan memang pantas jika menjadi hal utama yang juga harus diperhatikan.

“Kalo sudah sakit, tidak bisa diprediksi kapan akan datang dan biayanya juga tidak ada yang bisa memperkirakan. Makanya kita harus mempersiapkan jaminan kesehatannya ya dengan menjadi peserta JKN-KIS ini. Hati saya jadi tenang karena kesehatan keluarga sudah terjamin sehingga dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari pun bisa lebih fokus dan tidak khawatir, apalagi biaya berobat sangat mahal,” tutur Firdiansyah.

Firdiansyah mengaku,  dirinya beserta keluarganya merasa beruntung telah menjadi peserta JKN-KIS sejak tahun 2014.

Menurutnya, tidak ada ruginya jika kita terdaftar menjadi peserta JKN-KIS sejak dini. Sebab program JKN-KIS ini mengajarkan kita untuk bergotong-royong kepada sesama.

“Gotong royong merupakan budaya Indonesia, toh. Kalaupun tidak sakit, iuran kita dipakai oleh peserta JKN-KIS yang sedang sakit. Jadi manfaatnya selalu berjalan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Bisa diibaratkan menabung, tapi tabungannya bisa digunakan kapan saja ketika sakit. Untuk keluarga berikanlah yang terbaik. Program JKN-KIS melindungi keluarga kami,” kata Firdiansyah.

RW/df/Jamkesnews

Narasumber : Firdiansyah