Makin Banyak Tantangan, RSUD NTB Siap “Go Internasional”

Potong tumpeng dalam perayaan HUT Emas RSUD Prov NTB, di komplek RSUD di Mataram, Selasa (05/11) 2019 (Foto; AYA)
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Sudah banyak inovasi yang telah dibuat RSUD Prov NTB dalam memberikan pelayanan kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com — RSUD NTB kini berusia 50 tahun yang biasa disebut usia emas, dan disadari ke depan disadari ke depan makin banyak tantangan yang akan dihadapi.

RSUD Provinsi NTB

Sebab makin bertambahnya tahun, maka jumlah penduduk akan semakin banyak.

Juga bertambahnya jumlah penyakit non infeksi, berkaitan dengan lifestyle masyarakat, usia, kondisi cuaca dan sebagainya. Dan diperlukan kesadaran masyarakat untuk memilih pola hidup sehat.

Sedang untuk penyakit infeksi, tentu jauh lebih mudah diatasi dengan obat.

Namun tantangan itu disambut optimis oleh segenap jajaran RSUD Pemerintah Provinsi NTB,  didasarkan pada modal capaian kinerja pelayanan yang telah diraih selama ini.

Salah satu capaian kinerja yang baik itu, adalah telah diraihnya rekomendasi Akreditasi paripurna. Dengan modal itu, di pertengahan tahun 2020i, RSUD Provinsi NTB diharapkan siap “go international” dengan memperoleh akreditasi internasional.

Wakil Direktur dr. H. Agus Rusdhy Hariawan, H.Sp. OG. MARS menjelaskan, sesuai rekomendasi Survey Simulasi yang dilakukan pada bulan Okteober 2019, RSUD NTB direkomendasi menuju akreditasi paripurna.

“Akreditasi Paripurna kita canangkan pada bulan januari 2020.  Dan sekitar bulan Juli atau Agustus 2020 kita akan menuju ke Internasional ” tuturnya dalam perayaan HUT Emas RSUD Prov NTB, di komplek RSUD di Mataram, Selasa (05/11) 2019.

Sudah banyak berbagai inovasi yang telah dibuat RSUD Prov NTB dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Di penilaian wilayah bebas bersih melayani, dalam 2 tahun terakhir ini yang kita sangat unggulkan untuk pelayanan adalah cathlab atau pelayanan ring jantung, kemudian radio terapi yang hanya satu – satunya di NTB, pelayanan Bed Management Sistem (BMS) yang setiap orang dapat mengakses dan rencana untuk medical tourism yang akan kita kembangkan kedepan,” tutur dr Agus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A berharap agar RSUD Prov NTB dapat memenuhi pelayanan rujukan dari masyarakat NTB.

“Contohnya kemarin sudah diresmikan Unit ICU Anak, semoga setiap saat kebutuhan– kebetuhan pelayanan bisa terlayani disini dan memang pelayanan yang ada di Kelas A,” tuturnya.

Perihal akreditasi internasional, dr Eka berharap, agar tahun 2020 dapat mencapai bintang 6 yakni bertaraf internasional.

“Kita berharap RSUD Prov NTB tahun depan bisa mencapai akreditasi internasional, kalau selama ini paripurna dan tahun depan bisa meraih bintang 6,” jelasnya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah NTB dr. Doddy Ario K SpOG K menuturkan, agar RSUD membuat berbagai standar untuk internasional.

“ Adanya medical taourism ini sudah seharusnya membuat berbagai standar internasional untuk menarik wisatawan luar dapat berobat disini. Apalagi dengan adanya perhelatan Moto Gp yang merupakan event yang besar, jadi RSUD harus menyiapkan SDMnya, fasilitas sarananya termasuk sistem- sistem managemen yang bagus dan bertaraf internasiona,” jelasnya.

AYA