Kunker Komisi VI DPR RI ke NTB, Soroti Kontribusi Investor di Tengah Pandemi Covid-19

Gubernur Zul bicara resep investasi di daerah besama anggota Komisi VI DPR RI yang tengah melakukan kunjungan kerja ke NTB, Senin (19/10/20) / Foto; HmsNTB
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Ungkapkan Resep Aman Berinvestasi di daerah, Gubernur Minta Investor Perhatikan Pendidikan Masyarakat

LOBAR.lombokjournal.com

Kunjungan kerja (Kunker) Komisi VI DPR RI ke Provinsi NTB. diawai dengan rapat bersama sejumlah Direksi BUMN serta Pemprov NTB, agendanya membahas upaya pemulihan sektor ekonomian di tengah pandemi Covid-19, Senin (19/10/20).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarja Linggih yang memimpin rombongan tersebut mengatakan, kunker tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi DPR sebagai lembaga legislatif.

“Sebagai DPR, kita memiliki tiga fungsi, pengawasan, anggaran, dan legislasi,” ungkap laki-laki yang akrab disapa Demer tersebut.

Politikus partai Golkar tersebut menambahkan, dampak Covid-19 di Provinsi NTB cukup besar terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu, ia menyoroti kontribusi investor ataupun perusahan di tengah pandemi Covid-19 tersebut.

“Seluruh investor ataupun perusahaan harus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.

Beasiswa untuk anak NTB

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan resep aman berinvestasi di sebuah daerah, seperti halnya di NTB.

Gubernur meminta kepada Investor maupun perusahaan yang ada di NTB memperhatikan pendidikan masyarakat. Terutama yang berada di lingkar perusahan tersebut.

“Kita harap, seluruh perusahaan ataupun investor ini berani memberikan beasiswa kepada anak-anak NTB, ketika mereka balik nanti, mereka semua mampu berkontribusi kepada perusahaan tersebut,” ungkap Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut.

Kalau saja, lanjut Gubernur, seluruh perusahaan atupun investor yang ada di NTB ini, mendidik atau memberikan beasiswa kepada masyarakat. Maka, tidak ada investor, tidak ada tambang yang ditolak oleh masyarakat.

“Kalau perusahan sudah memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat. kami yakin, tidak ada satupun pertambangan yang ditolak,” tambah Gubernur.

Karena, cara pandang masyarakat menurut Gubernur, rata-rata dengan keberadaan tambang ataupun perusahan yang besar, mereka semua harus bisa bekerja disana, sementara tidak didukung oleh SDM yang baik.

“Kita harus utamakan kepentingan masyarakat, Insya Allah masyarakat NTB pandai berterimakasih,” tutup Gubernur.

Rr/HmsNTB