Konektivitas Wilayah NTB Butuh Infrastruktur Digital

Sosialisasi Perda NTB Nomor 3 Tahun 2018 tentang tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi dan komunikasi di Bima, Selasa-Rabu (05-06/08) 2019 (Foto; HmsNTB)
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Konektivitas wilayah ini ditetapkan dalam RPJMD-NTB 2019-2023 sebagai  salah satu program unggulan untuk mewujudkan misi NTB tangguh dan mantap serta NTB Sejahtera dan Mandiri, sekaligus menghadirkan aparatur pemerintahan yang bersih dan melayani

Peserta Sosialisasi Perda NTB Nomor 3 Tahun 2018

MATARAM.lombokjournal.com  — Mewujudkan Visi NTB Gemilang membutuhkan dukungan konektivitas infrastruktur wilayah.

Konektivitas itu baik antar desa dan kota, antar  kawasan produksi dan industri maupun membuka seluruh kawasan potensial yang selama ini masih terisolasi, sehingga aktivitas masyarakat di bidang sosial ekonomi dan bisnis dapat tumbuh dengan baik.

Konekvitas Infrastruktur itu, bukan hanya jalan, jembatan, bandara, pelabuhan laut dan beragam moda transportasi lainnya, tapi juga infrastruktur digital. Yakni pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media transpormasi di semua bidang kehidupan.

Asisten III Pemkab Bima, Drs. H.Arifuddin dan Staf Ahli SDM Pemkot Bima, Drs. M. Arif, M.Si  saat membuka Sosialisasi Perda NTB Nomor 3 Tahun  2018 tentang tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi dan komunikasi di Bima, Selasa-Rabu (05-06/08) 2019, mengakui di daerahnya masih terdapat sejumlah lokasi yang belum terhubung jaringan telekomunikasi.

Menurut Arif, selain keterbatasan infrastruktur, juga terbentur SDM. Padahal tata kelola pemerintahan dan layanan publik ke depan diwarnai perkembangan yang sangat cepat.

Arif mengajak birokrasi dan seluruh jajarannya, untuk menyiapkan diri dan harus mulai ramah dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Plt. Kepala Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik, Gde Putu Aryadi, MH saat memaparkan materi di hadapan ratusan pejabat pemerintah Kota dan Kabupaten Bima mengungkapkan, saat ini hampir tidak ada sektor pembangunan yang luput dari pemanfaatan teknologi informasi.

Mulai dari pengembangan dunia bisnis, pariwisata, pertanian, UMKM dan semua sektor pelayanan publik lainnya. Seperti perbankan, perumahan, layanan listrik, kesehatan dan pendidikan.

Bahkan sistem pertahanan dan keamanan di semua negara-pun saat ini memanfaatkan teknologi digital, ungkapnya.

Itu sebabnya, jika saat ini pasangan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah sangat konsens mewujudkan konekvitas seluruh wilayah di NTB, melalui program pembangunan infrastruktur secara terintegrasi.Termasuk infrastruktur digital agar menyentuh seluruh pemukiman dan kawasan-kawasan produktif potensial lainnya.

Bahkan konektivitas wilayah ini, ditetapkan didalam RPJMD-NTB 2019-2023 sebagai  salah satu program unggulan untuk mewujudkan misi NTB tangguh dan mantap serta NTB Sejahtera dan Mandiri, sekaligus menghadirkan aparatur pemerintahan yang bersih dan melayani, ujarnya.

Saat ini penanganan ruas-ruas jalan yang kondisinya belum mantap, seperti di Kecamatan Wera, dan ruas jalan dilingkar utara Bima, Dompu seperti Kawasan biosfir Tambora dan Samota, menjadi prioritas untuk ditangani.

Dan  telah dianggarkan melalui pola anggaran pembangunan infrastruktur tahun jamak, tutur mantan Irbansus pada Inspektorat NTB

Aryadi yang pernah memimpin Humas Pemkab Bima itu menjelaskan, konsep mewujudkan NTB Ramah investasi yang terus digencarkan Gubernur Dr.H.Zulkieflimansyah.

Di antaranya membuka jalur transportasi laut dari Pelabuhan Badas  menuju pulau Moyo sebagai destinasi kelas dunia dan kawasan sekitarnya dengan kapal cepat. Juga telah berhasIL melobi Kementrian perhubungan RI untuk membuka jalur Surabaya-Badas (PP), Surabaya-Pelabuhan Lembar (PP) hingga pembukaan rute penerbangan PertH- Darwin Australia dan  Lombok International Air Port (LIA).

Sehingga investasi dan pariwisata di NTB kini mulai tumbuh dan bergairah.

Doktor Zul juga berhasil menggaet investor galangan kapal terkemuka dunia asal Korea, Sungdong Holding yang akan berinvestasi untuk membangun Kota Baru Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Ia mengajak para pemangku amanah dan segenap jajaran Kominfo Kabupaten/Kota se-NTB untuk memperkuat pembangunan sistem informasi dan komunikasi dalam rangka mewujudkan Masyarakat NTB Gemilang.

“Pekerjaan Rumah (PR) besar kita adalah bagaimana kita mampu membangun infrastruktur TIK yang menjangkau seluruh masyarakat,” tegasnya.

AYA/HmsNTB