Umum  

Kisah Orang “Barat” Yang Bergabung Dengan ISIS

image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

lombokjournal

Banyak berita yang menceritakan  tentang orang ‘Barat’  yang memutuskan bergabung dengan ISIS. Namun ternyata,  tidak semua yang lari dari rumahnya untuk bergabung dengan kelompok teroris itu karena alasan keyakinan. Di balik itu kita menemukan motif yang unik. Bisa lucu atau sedih.

Ini kisah beberpa orang yang akhirnnya bergabung dengan ISIS

Nevalainen, Remaja Asal Swedia

Ekstrimis, Nevalainen
Marilyn Nevalainen, ketika menyatakan diri bergabung ia tidak tahu siapa itu ISIS, atau apa yang akan dilakukannya ketika memilih bergabung

Remaja asing  yang bergabung dengan kelompok ISIS, jumlahnya lumayan banyak. Kalau dihitung, remaja asing yang memutuskan bergabung bersama barisan ISIS mencapai 2.000 orang.  Namun Marilyn Nevalainen dari Boras, dekat Gothenburg, termasuk unik. Ketika menyatakan diri bergabung ia tidak tahu siapa itu ISIS, atau apa yang akan dilakukannya ketika memilih bergabung

Nevalainen baru berusia 15, waktu meninggalkan hidup nyaman di Swedia untuk memasuki medan perang dan menjalani kehidupan amburadul di Suriah. Navalainen hamil oleh pacarnya, seorang keturunan Arab berusia 19 tahun. Tapi Navalainen mengaku belum pernah mendengar tentang ISIS atau bahkan apa itu Islam, saat ia meninggalkan negaranya.

Kisahnya bermula ketika pacar Nevalainen terobsesi situs jihad.

Setelah sekian lama mereka pacaran, suatu saat Nevalainen diajak naik bus. Semula berkeliling Eropa, tapi ternyata tujuan akhirnya menuju Turki/perbatasan Suriah. Ketika masuk ke dalam kelompok dan menjadi pengantin ISIS, baru Nevalainen memahami apa sebenarnya yang terjadi.

Mulanya menjadi anggota kelompok, kisah selanjutnya Nevalainen berubah menjadi sandera. Ia masih beruntung, akhirnya dibebaskan pasukan Kurdi pada tahun 2016. Karena pacarnya sudah tewas berjihad dalam satu serangan udara, tampaknya tidak mungkin Nevalainen akan kembali ke Suriah dalam waktu dekat.

Punk Rocker yang Menjadi Guru Media Sosial ISIS

Ekstrimis2Sally-Anne Jones
Sally-Anne Jones seorang mantan rocker punk di pertengahan usia 40-an. Pekerjaan terakhirnya sebagai pramuniaga parfum untuk L’Oreal,

Jika Anda bertemu Sally-Anne Jones di rumahnya di Kent, Perancis awal 2013, Anda -pasti terkesan. Seorang mantan rocker punk di pertengahan usia 40-an, Jones terobsesi dengan ilmu sihir dan teori konspirasi. Pekerjaan terakhirnya sebagai pramuniaga parfum untuk L’Oreal, suatu pekerjaan yang unik kalau kemudian ia bergabung dengan ISIS.

Pada bulam Mei 2013, mantan feminis punk itu tiba-tiba masuk Islam. Pada akhir tahun, ia tinggal di Suriah dan bekerja sebagai guru media sosial untuk suatu organisasi militan yang saat itu masih kecil, ISIS.

Kedengarannya, pengabdiannya pada organisasi militant itu seperti puncak dari kehidupan moralnya. Sebenarnya, keputusan Jones menjadi jihadis perempuan cenderung karena dorongan depresi. Sebelum ia meninggalkan Inggris, Jones telah memulai hubungan seksual dengan Junaid Hussain, hacker 19 tahun, yang ingin bergabung dengan ISIS.

Rupanya cinta yang mendorong Jones mengikuti Hussain ke Suriah. Dengan sedih membawa anaknya berusia 10 tahun bersamanya. Meskipun Hussain terbunuh oleh serangan udara pada tahun 2015, Jones tetap memanfaatkan media sosial untuk perjuangan ISIS, termasuk mendukung pemancungan orang-orang Kristiani “dengan pisau tumpul.”

Saat ini, AS, Inggris, Uni Eropa dan PBB memasukkan pecundang yang mabuk cinta ini sebagai teroris paling dicari.

Rapper Jerman Bergabung ISIS

ekstrimis3 Denis Cusper
Deso Dog , raper Jerman, semula banyak menghabiskan waktunya untuk mengkonsumsi narkoba dan tidur dengan banyak perempuan.

Untuk waktu yang lama, Denis Cuspert yang populer dengan sebutan Deso Dogg. seorang rapper Jerman, pernah menjadi menjadi figure penting tiap adegan underground di Berlin pada pertengahan 2000-an. Ia termasuk penyanyi atau artis yang hampir terkenal.

Saat itu, waktu luang Deso Dogg lebih banyak dihabiskan untuk mengkonsumsi narkoba dan tidur dengan banyak perempuan. Dengan kata lain, gaya  hip-hop merupakkan impiannya.

Ketika merencanakan untuk obituari, majalah hip-hop Berlin yang tirasnya kecil,  berpikir Deso akan mengakhiri hidupnya dalam sebuah baku tembak. Ternyata tidak. Pada 2015, Cuspert tewas oleh serangan udara AS.

Deso meninggalkan Berlin untuk menjadi propagandis ISIS di Suriah. Cuspert tidak biasa melakukan pertobatan. Ini dapat ditelusuri dari riwayat hidupnya. Pada tahun 2010, penyanyi rap itu mengalami kecelakaan mobil yang fatal dan membuatnya mempunyai pengalaman dekat kematian.

Segera setelah itu, ia masuk Islam dan menukar karirnya dari  penyanyi rap beralih berkarir menjadi penyanyi muslim. Tidak lama setelah menjadi muslim, ia mulai berbicara tentang jihad di Jerman. Polisi Jerman pernah menggerebek apartemennya dan menemukan satu ton senjata.

Menyabet uang 1.800 Euro memang bagus. Pelarian Cuspert sebagai buron di negaranya, bukannya menuju negara afiliasi al-Qaeda yang beroperasi di Mesir.  Cupert hanya melakukan perjalanan singkat menjalankan perkerjaannya sebagai propagandis ISIS di Suriah. Dari sanalah ia menjemput kematiannya .

Roman Emsyair

(sumber : Top Tenz)