“Saya tidak bisa membayangkan akan mengeluarkan uang sebanyak itu setiap kali berobat. Alhamdulillah ada JKN – KIS, semuanya gratis”
lombokjournal.com —
SELONG ; Kasih ibu memang tak berbatas, itulah kiranya ungkapan yang tepat bagi Ibu dua orang anak ini.
Yusnianti (38), adalah wanita asal Desa Masbagik Utara Baru Kecamatan Masbagik yang menjadi salah satu peserta BPJS Kesehatan segmen PBI APBN pada tahun 2016.
Ketika ditemui oleh oleh tim Jamkesnews pada Selasa (26/02) 2019, dia mengungkapkan kebahagiaannya karena telah berkali–kali mendapat manfaat yang besar dari JKN-KIS.
Tahun lalu, anak sulungnya yang bernama Yunisari (19) menderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dan dirawat di RSUD Selong.
Saat itu memang bertepatan dengan pergantian musim, sehingga wabah DBD mulai menjangkiti beberapa warga, termasuk salah satunya adalah Yunisari. Selama 5 hari Yusnianti dengan telaten merawat anaknya di rumah sakit, meninggalkan suami dan anak keduanya di rumah.
“Namanya juga anak, pasti akan selalu menempel pada ibunya. Apalagi dengan kondisinya kala itu yang lemah dan sakit. Saya sangat bersyukur sekali karena dapat JKN – KIS dari pemerintah. Alhamdulillah, dari awal masuk rumah sakit sampai Yuni sembuh. Saya tidak membayar biaya perawatan sedikitpun. Saya dan suami kerjanya hanya jadi buruh, kalau tidak punya kartu ini mau bayar pakai apa?” ungkap Yusnianti.
Yusnianti juga bercerita bahwa saat ini anak bungsunya baru saja sembuh dari sakit tifoid. Kondisi anak keduanya tersebut memang lemah dan sering jatuh sakit.
Tifoid atau biasa disebut dengan tipes adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang usus. Gejala penyakit ini diawali dengan demam berkepanjangan, bintik – bintik merah pada kulit, sakit perut, muntah dan disertai diare.
Jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan komplikasi yaitu usus akan mengalami perdarahan dan berlubang.
Tidak hanya menderita tifoid, anak Yusnianti juga kerap kali terserang asma. Setiap kali berobat ke puskesmas harus dilakukan pemberian obat melalui nebulizer atau mesin yang mengubah obat cair menjadi uap yang akan dihirup oleh penderita asma untuk mengurangi gejala sesak napas.
Anaknya memang sering kambuh asmanya. Setiap kali berobat ke puskesmas bisa menghabiskan 45 ribu sampai 60 ribu.
“Saya tidak bisa membayangkan akan mengeluarkan uang sebanyak itu setiap kali berobat. Alhamdulillah ada JKN – KIS, semuanya gratis. Saya sangat berterimakasih kepada pemerintah karena telah memberikan bantuan yang besar sekali manfaatnya bagi kehidupan anak – anak saya. Kalau tidak ada JKN – KIS, mungkin kondisi anak – anak saya tidak akan sebaik kondisinya yang sekarang,” tutup Yusnianti saat mengakhiri pembicaraan dengan tim jamkesnews.
ay/ys/Jamkesnews
Narasumber : Yusnianti









