Dinas Penanaman Modal Tetapkan Standar Keamanan Investasi, Untuk Tarik Investor

Lalu Gita Ariadi
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Segmentasi promosi pasarnya  akan diarahkan mencari investor-investor yang juga punya pengalaman berinvestasi di daerah tipologi seperti NTB

MATARAM.lombokjournal.com —   Beberapa investor mundur karena kondisi daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan epicentrum gempa.

Hal ini menjadi salah satu kajian dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Provinsi NTB, agar dapat menarik investor baru dengan meyakinkan investor jika NTB yang memiliki potensi tinggi untuk investasi.

Kepala DPMPTSP, Lalu Gita Ariadi mengatakan, sepanjang potensi invetasi di NTB luar biasa, maka para calon investor akan datang.

Untuk itu perlu berbagai kajian, intensif kemudian standarisasi untuk para investor mengajukan invetasi di NTB. Selain itu perlunya memberikan keyakinan bahwa kondisi NTB tidak hanya aman, tetapi keyakinan dari biologisnya.

“Iya itu stRategi kita, bagaimana mencari calon-calon investor yang punya kondisi fisikologis ramah dengan gempa dan itu yang kita yakinkan,” ujar Lalu Gita Ariadi, Senin (08/04)

Gita mengatakan, tentu investor yang punya keunggulan investasi di daerah lokasi seperti NTB, juga akan punya teknologi dengan kondisi alam seperti itu.

Tentu mereka yang mundur ini tidak siap sebelumnya, artinya investor sekarang ini tidak takut dengan gempa.

Serta perlunya kajian secara mendalam bagaiman Global Hub NTB, sehingga kedepannya calon investor siap dengan kondisi seperti saat ini agar tidak ada lagi investor mengundurkan diri.

“Mungkin kemarin didalam melakukan promosi investasi kita tidak melakukan penghitungan terhadap kondisi gioligis kita, kondisi kebencanaan dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurutnya tahan dengan kondisi seperti sekarang ini, tentu menjadi keharusan berasamaan dengan promosi invetasi.

Kendati ada beberapa negara ramah dengan gempa dan proses invetasi berjalan terus, oleh karenanya segmentasi promosi pasarnya nanti akan diarahkan mencari investor-investor yang mereka juga punya pengalaman berinvestasi di daerah tipologi di daerah seperti NTB.

“Pada saat kita melakukan promosi nanti kita koperhandsip memberikan informasi, sehingga dari awal investor sudah paham bahwa dia berinvestasi didaerah ring of fire. Maka dibutuhkan teknologi sepertinya apa,” terangnya.

Sementara itu, ada beberapa negera salah satunya Jepang, di mana tingkat gempanya rutin. Namun investasinya masih tetap berjalan terus, karena mereka melalukan kajian konstruksi dan sebagainya, meskipun ramah bencana alam namun pertumbuhan investasinya terus berkembang.

“Oleh karena didalam promosi invetasi kita mencoba mencari partner seperti itu, yang punya pengalaman dan familiar dia dengan kondisi kita seperti ini,” pungkas Gita.

AYA