Para tenaga kesehatan diminta untuk menjaga kesehatan, dan niatkan pekerjaan sebagai ibadah
KLU.lombokjournal.com –
Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah kembali berikan motivasi kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) guna mengantisipasi pandemi virus Corona, Kamis (01/10/2020) di Puskesmas Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.
Wagub mengapresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan Lombok Utara yang selalu siap 24 jam sebagai ujung tombak menghadapi Corona sesuai sumpah profesinya.

“Tugas-tugas kemanusiaan harus kita laksanakan dengan penuh tanggungjawab dan semangat,” ungkap Wagub mengingatkan.
Dikatakan, pandemi Covid-19 mengajarkan kita tentang pentingnya sebuah kesehatan. Nikmat sehat yang diberikan oleh Allah SWT harus tetap disyukuri.
“Kesehatan itu tidak boleh dinomorduakan, kesehatan harus yang utama, kita niatkan setiap pekerjaan sebagai ibadah,” ungkap Wagub.
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi NTB itu menambahkan, dengan nikmat sehat; maka pekerjaan, ibadah, serta kegiatan sehari-hari bisa di jalani dengan baik.
Para Nakes diminta untuk menjaga kesehatan dengan tetap patuhi protokol kesehatan.
“Sebagai tenaga kesehatan, protokol kesehatan harus kita jalankan dengan ketat,” tambah Umi Rohmi.
Di hadapan Kepala Puskesmas dan tenaga kesehatan, Wagub berharap, Posyandu yang ada di Lombok utara seluruhnya direvitalisasi menjadi Posyandu Keluarga.
Dengan begitu, seluruh keluhan bisa ditangani oleh Posyandu keluarga tersebut.
“Alhamdulillah Posyandu Keluarga di Lombok Utara telah kita launching. Kita berharap seluruh Posyandu yang ada di revitalisasi menjadi Posyandu Keluarga,” tambah Wagub.
Umi Rohmi meminta seluruh pegawai di RSUD Kabupaten Lombok Utara untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, tempat orang berobat itu harus indah nan bersih.
“Jaga kesehatan, jaga kebersihan, hanya orang-orang sehat yang bisa merawat orang sakit,” ungkap wagub melanjutkan kunjungannya di RSUD Lombok Utara.
Umi Rohmi meminta, protokol kesehatan di rumah sakit harus di laksanakan secara ketat, tidak boleh ada pasien atupun keluarga pasien tidak menggunakan masker, tidak boleh berkerumun dan harus menjaga jarak.
Harus diatur dengan rapi, mulai dari keluarga yang jenguk, hingga yang datang untuk berobat, semuanya harus patuh terhadap protokol kesehatan,” tutup Wagub.
HmsNTB









