Penyakit Mulut dan Kuku adalah Penyakit Hewan Menular

Penyakit mulut dan kuku (PMK) berbahaya bagi hewan, tapi tidak beresiko pada kesehatan manusia

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau dikenal sebagai Foot and Mouth Disease adalah penyakit hewan menular yang menyerang ternak seperti sapi, kerbau, kambing, dan babi. 

Hal itu dijelaskan drh Gilang Kala Maulana pada wartawan, Rabu (01/06/22).

“Yang perlu kita pahami penyakit PMK ini memang berbahaya bagi hewan, tetapi tidak menular atau tidak beresiko pada kesehatan manusia, untuk itu kita akan lakukan berbagai upaya untuk mengatasi PMK ini,” ungkapnya. 

Penanganan penyakit mulut dan kuku ternak

“Hari ini kita harus berhadapan dengan PMK, tapi mudah-mudahan PMK ini adalah PMK yang levelnya ringan, yang mutasi atau tingkat penyebarannya tidak terlalu tinggi dan tingkat kematiannya pasa hewan rendah,” jelas Gilang. 

Sementara itu, drh. Erlin Moh. Tamrin menjelaskan, sampai hari Rabu (01/06), data catatan yang terlapor di ISIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional),ada 22 kasus terduga suspek PMK di 4 Desa, yaitu Desa Medana, Desa Teniga, Desa Sokong dan Desa Sama Guna Kecamatan Tanjung. 

Penyakit ini terkonfirmasi dapat menyebar cepat mengikuti arus transportasi daging dan ternak terinfeksi.

“Namun PMK dipastikan tidak beresiko terhadap kesehatan manusia,” katanya.

BACA JUGA: Hari Lahir Pancasila, PDIP NTB Ingatkan Jaga Persatuan

Dijelaskan, penanganan di sejumlah kelompok ternak di wilayah kerjanya yaitu Kecamatan Tanjung semakin meluas. 

Pada setiap penanganan PMK maupun pertemuan dengan kelompok, pihaknya selalu menyampaikan kepada para peternak supaya memperhatikan anjuran petugas penanganan PMK

Di Dusun Montong diindikasikan penyebarannya karena ada satu ekor sapi yang masuk tergabung dari Kecamatan Kayangan.

Berikut ciri-ciri hewan ternak yang terinfeksi PMK, yakni demam yang mencapai hingga 39-41 derajat Celcius. 

Pembengkakan kelenjar, terutama di daerah mandibula/rahang bawah. Terdapat luka di sekitar mulut, moncong, gusi, kuku, hingga ambing atau payudara. Produksi air liur tinggi.

Hewan ternak kesulitan menelan makanan.

Hewan bernapas dengan cepat dan kesulitan berdiri. Luka pada kuku mengakibatkan kuku ternak terlepas.

Ternak dengan gejala di atas akan dengan mudah menularkan PMK ke ternak lainnya, baik melalui medium udara atau kontak langsung.

Karena itu, apabila ternak mengalami sejumlah gelaja PMK sianjurkan dilakukan karantina ternak, kemudian semprot kandang dengan desinfektan.

Adapun ternak yang terinfeksi akan diberikan penanganan khusus, yakni berupa vitamin dan obat-obatan sebagaimana yang saat ini tengah dilakukan oleh para petugas hewan ternak di UPTD – DKP3 Kecamatan Tanjung.

Indikasi sebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku yang terjadi di setiap kecamatan di wilayah Kabupaten Lombok Utara pada tahap merah, sehingga para petugas berharap petani di harapkan aktif melaporkan ke petugas setempat.

Disamping itu, petugas juga melakukan posyandu dan penanganan PMK secara medis untuk ternak yang di indikasikan terjangkit Virus PMK.

Dan akan di lakukan penyuntikan selama lima kali suntikan dengan tiga jenis obat. 

BACA JUGA: Oknum Saudagar Kibuli Petugas Pengawas PMK di KLU

Masa inkubasi berlangsung selama 15 hari secara rutin melakukan pemantauan. Mengisolasi ternak yang sakit, melarang lalu lintas ternak, desinfeksi kandang-kandang yang ternaknya sakit dan mengobati ternak yang sakit hingga sembuh.

Itu penjelasan dari drh Gilang Kala Maulana.

Sampai diturunkan berita ini, wartawan belum dapat konfirmasi dari Kepala Dinas bersangkutan karena sedang hari libur kerja. ***

 

 




Pemprov NTB Dukung Sensus Penduduk 2020 Lanjutan

Pemprov NTB juga mensosialisasikan dan mendorong ASN untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan

MATARAM.lombokjournal.com ~  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) mendukung diselenggarakannya Sensus Penduduk 2020 Lanjutan.

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy mengatakan pada rapat koordinasi Sensus Penduduk 2020 Lanjutan, dengan tema “Kolaborasi dan Sinergi dalam Mencatat Indonesia untuk NTB Gemilang di Hotel Prime Park pukul 10.00 wita, Selasa (31/05/22).

Dukungan Pemprov NTB dalam sensus lanjutan

Dukungan Pemprov NTB tersebut tertuang dalam berbagai kebijakan dan aksi nyata, di antaranya SE Gubernur NTB tentang himbauan bagi seluruh OPD provinsi/kabupaten/kota dan masyarakat umum untuk menyukseskan dan berpartisipasi aktif dalam SP 2020.

BACA JUGA: Transformasi Digital untuk Ekonomi NTB yang Tumbuh 

Pemprov NTB juga mensosialisasikan dan mendorong ASN untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan.

“ASN Pemprov NTB juga diminta ikut menyukseskan kegiatan pendataan Long Form SP2020 dengan memastikan keikutsertaan dan mengisikan data secara tepat dan akurat,” jelas Najam. 

Berbargai informasi SP 2020 Lanjutan penyampaiannya dapat melalui berbagai kanal informasi yang dimiliki oleh Pemprov NTB, di antaranya Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Provinsi NTB, selain itu juga Website ntbprov.go.id, 

Menu berita pada portal NTB Satu Data, dan Sosial media (facebook, instagram, twitter). 

BACA JUGA: Transformasi Digital untuk Ekonomi NTB yang Tumbuh

“Semoga Diskominfotik NTB bisa trus berkoordinasi dengan BPS untuk menghasilkan data agar bisa trus dibagikan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Najam.***

 

 




Transformasi Digital untuk Ekonomi NTB yang Tumbuh

Transformasi digital dengan memanfaatkan spektrum frekuensi radio berpengaruh besar pada kegiatan ekonomi masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Transformasi digital yang semula sekadar gaya hidup, menjadi produktif yang membuka peluang ekonomi Nusa Tenggara Barat berkembang.

Hal itu dikatakan Najamuddin Amy, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Nusa Tenggara Barat dalam Sosialisasi Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Standar Perangkat Pos Informatika di Hotel Jayakarta, Senggigi, Lombok Barat, Selasa (31/05/22). 

Transformasi digital untuk menggerakkan ekonomi

“Pemanfaatan spektrum frekuensi radio yang bernilai ekonomi berpengaruh besar pada kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Najam. 

Dijelaskan, perkembangan digital dilakukan Pemerintah Provinsi NTB dengan menyempurnakan infrastruktur jaringan, pengelolaan sumberdaya manusia dan pemanfaatan aplikasi. 

Sehingga kegiatan ekonomi masyarakat berbasis digital berkembang dengan pesat. Marketplace NTBMall menjadi platform bisnis digital UKM, selain hadirnya pengusaha digital yang memanfaatkan media sosial

BACA JUGA: Gubernur NTB Minta Calon Jemaah Haji Dilayani dengan Layak

Dalam mendukung dan memanfaatkan digitalisasi, banyak aplikasi yang dibuat untuk pelayanan publik serta regulasi yang mengatur pemanfaatan spektrum frekwensi. 

Dalam hal investasi, Najam mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas daerah dengan informasi baik.

Selain itu juga menggali potensi masyarakat dan mengabarkannya ke seluruh dunia. 

Kepala Balai Monitoring NTB, Kusno mengatakan, pemanfaatan frekwensi radio yang tertib akan mendukung iklim investasi untuk berkembang. 

Selain sifatnya yang terbatas, pemanfaatan spektrum frekwensi radio yang tertib akan menjamin lembaga penyiaran maupun masyarakat pengguna memaksimalkan fungsinya. 

Sementara itu, staf khusus Gubernur bidang sosial kemasyarakatan, Drs H Wirajaya Kusuma mengatakan, NTB yang sering mengadakan event internasional membutuhkan konektifitas dalam berinteraksi di dunia digital. 

BACA JUGA: Industri Rokok, Bisakah Dikurangi Produksinya?

“Terobosan menggerakkan ekononi pasca bencana di NTB, memerlukan cara baru berkomunikasi dengan dunia luar. NTB saat ini sedang dikenal dunia dengan event internasional,” ujarnya. 

Hadir pula dalam kegiatan sosialisasi, Kepala Dinas DPMPTSP, perwakilan media penyiaran dan masyarakat umum.***

 

 




Gubernur NTB Minta Calon Jemaah Haji Dilayani Dengan Layak

Kata Gubernur NTB adanya fasilitas aula, penginapan, perkantoran di Asrama Haji, pelayanan calon jamaah haji harus maksimal

MATARAM.lombokjournal.com ~ Adanya Gedung Auditorium Bir Ali ll, UPT. Asrama Haji Embarkasi  Lombok di Asrama Haji Mataram, fasilitas ini diharapkan mampu melayani calon jemaah haji dengan layak. 

Sehingga betul-betul melaksanakan ibadah haji itu sebagai perjalanan terakhir dalam hidup.

Gubernur NTB saat peresmian gedung

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan itu saat peresmian Gedung Auditorium Bir Ali ll, di Asrama Haji Mataram, Selasa (31/05/22).

Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB mengatakan, banyak orang dari desa bertahun-tahun memandikan keringat tidak kenal lelah dalam bekerja sampai pulang malam-malam. 

“Hal itu dilakukan semata-mata karena harapan suatu saat nanti bisa menunaikan ibadah haji ke Baitullah sebagai perjalanan menapaktilas hidup,” ucapnya.

BACA JUGA: WHO: Industri Rokok Meracuni Lingkungan Kita

Menurut Bang Zul, ibadah haji itu merupakan perjalanan pendistribusian harapan. 

Jadi tanpa harapan orang tak ada semangatnya dalam hidup, karena itu perlu ada harapan Agar semangat hidup itu ada, yang dibayar dengan keringat air mata bahkan darah sekalipun.

“Karena itu orang yang berkecimpung dalam urusan haji ini merupakan pekerjaan yang sangat, mulia karena melayani orang-orang yang sudah bekerja keras dalam menyempurnakan agama,” tandasnya.

Sementara itu, Ses-Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU,) H. Ahmad Abdullah mewakili Dirjen PHU mengucapkan selamat kepada UPT. Asrama Haji Embarkasi Lombok, yang selesai proses pembangunan gedung baru dengan anggaran 27 Miliar.

Gedung tersebut akan digunakan untuk fasilitas Aula, Penginapan, Perkantoran, agar pelayanan calon jamaah haji bisa maksimal. 

“Fasilitas bisa dimanfaatkan secara optimal dan kontinyu dan para petugas bisa bekerja dengan baik dalam memberikan pelayanan, pembinaan dan perlindungan bagi calon jamaah haji,” ujarnya.

Ia meminta kepada para PPIH Embarkasi Lombok,r senantiasa memberikan pelayanan yang prima bagi calon jamaah haji.

Sehingga menciptakan kesan yang baik rasa semangat dan optimisme dalam beribadah.

BACA JUGA: Tim Ekspedisi akan Ungkap Misteri Sejarah di Lombok

“Selain itu menjadi PR bersama agar aset-aset yang dimiliki pemerintah ini tidak mangkrak, seperti lokasi yang strategis yang dihibahkan Gubernur ini,” tambahnya. 

Diharapkan semua aset-aset Embarkasi betul-betul bernilai, dan keuntungannya kembali ke masyarakat. 

“Sudah saatnya aset-aset kita bisa maksimal tidak hanya pintar membangun tetapi bagaimana mengoptimalkan gedung ini dan mengembangkan sehingga betul-betul berdaya dan menguntungkan bagi masyarakat umum,” katanya.***

 




BCA Salurkan Bantuan ke Rumah Singgah 

Difasilitasi NTB Care, Bank Central Asia (BCA) salurkan bantuan ke Rumah Singgah yang menyediakan hunian bagi pasien rawat jalan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ NTB Care memfasilitasi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pasien yang ada di Rumah Singgah Nusantara Bumi Gora Indonesia (RGBI) Mataram, Senin (30/05/22). 

Rumah Singgah Nusantara yang dikelola Relawan Bumi Gora merupakan lembaga independen, yang membantu Pemerintah menyediakan hunian nyaman bagi warga tidak mampu, yang sedang menjalani rawat jalan. 

Pasien yang rumahnya jauh, rumah singgah sangat bermanfaat dan gratis. 

Pimpinan BCA di rumah singgah

Pada kesempatan tersebut, Indra selaku Pimpinan KCP BCA Mataram berharap, bantuan yang disalurkan nantinya akan bermanfaat untuk pasien.

Bantuan yang diberikan pihak BCA berupa sembako, kipas angin, alas tidur dan beberapa kebutuhan lain.

BACA JUGA: Jangan Habiskan Waktumu Seharian dengan Smartphone

“Bantuannya tidak seberapa, tapi semoga bisa membangkitkan optimisme pasien agar cepat sembuh. Semoga berkah,Terima kasih NTB care jadi jembatan kebaikan,” ucap Indra.

Sementara itu, Anugrah Fajar Fahrurazie, selaku Kepala Sekretariat NTB Care juga turut menuturkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pihak BCA yang mendukung keberadaan RBGI.

“Terima kasih bang Indra, Pimpinan BCA NTB yang berkenan mendukung dan peduli dengan keberadaan dan eksistensi rumah singgah Nusantara. Terima kasih Pak kabag Tata Laksana Biro Organisasi NTB atas dukungannya, terima kasih juga relawan Bumi Gora Indonesia yang mewakafkan tenaga, pikiran dan hartanya untuk kemanusiaan,” ucap fungsional pranata Humas Ahli muda pada Setda NTB tersebut. 

“NTB Care sebagai kanal aduan masyarakat, dan perpanjangan tangan pemerintah insyaallah akan terus berikhtiar menjembatani kebaikan,” tutup Alumnus IPDN tersebut. 

Peraturan Gubernur NTB Nomor 14 Tahun 2022, NTB Care adalah sistem layanan pengaduan masyarakat, yang menyediakan berbagai kanal pengaduan berbasis teknologi informasi

BACA JUGA: WHO: Industri Rokok Meracuni Lingkungan Kita

Kanal pengaduan itu memudahkan masyarakat menyampaikan pengaduan dan ditindaklanjuti oleh Perangkat Daerah bersama Pemerintah Daerah.***

 




Tim Ekspedisi Akan Ungkap Misteri Sejarah di Lombok

Tim Ekspedisi Sejarah PDIP NTB dan Mi6 akan ungkap sejumlah rangkaian mitologi danr situs/artefak  yang belum terpecahkan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Respon positif terhadap upaya Tim Ekspedisi Mi6 dan PDIP NTB mengungkap mitologi dan situs atau artefak yang belum terpecahkan Lombok, tampak dari antusisme di berbagai plafform media sosial.

Masih  banyak eksistensi dan sejarah masa lalu leluhur di Lombok yang belum terungkap, membuat masyarakat Sasak sanagt antusias menanggapi kehadiran Tim Ekspedisi Sejarah Mi6 dan PDIP NTB.

“Alam bawah sadar masyarakat Sasak di Lombok mulai ‘ngeh’ ketika Tim Ekspedisi Sejarah terbentuk.” kata kata Ketua Tim Ekspedisi Mistis, H Ruslan Turmuzi melalui Siaran Pers, Senin (30/05/22) .

tIMS Ekspedisi sejaarah PDI pERJUNGAN ntb

Menurutnya, sejumlah informasi juga diterima langsung Tim Ekspedisi dari warga untuk menginvestigasi sejumlah kisah sejarah dan bukti artefak di Lombok yang belum terpecahkan asal usulnya.

Ruslan mengatakan, Tim Ekspedisi Sejarah PDIP NTB dan Mi6 sesuai arahan dan perintah Ketua DPD PDIP NTB, H Rachmat Hidayat terus bergerak dan mengungkap rekam jejak sejarah kebudayaan para leluhur.

BACA JUGA: Geopark Rinjani, Wagub NTB Berharap Tetap Green Card

Pengungkapn misteri masa lalu ini agar diketahui oleh generasi penerus bangsa, agar tidak kehilangan jati dirinya.

“Misalnya di Lombok Utara, ada masjid kuno yang berdiri dan dikelilingi oleh perkampungan Hindu. Kisah ini perlu diungkap ke publik kenapa hal tersebut bisa terjadi. Apa pesan yang hendak disampaikan oleh leluhur dengan mendirikan masjid kuno di lingkungan ummat Hindu,” tuturnya.

Politisi PDIP ini mengatakan, dalam waktu dekat ini Tim Ekspedisi akan melakukan sejumlah investigasi dan menelisik bukti-bukti artefak  maupun kisah mitologi masa lalu.

Agar dibuktikan kronologi fakta sejarah secara detail melalui berbagai kajian multi disiplin keilmuan, khususnya arkeologi dan metafisika.

“Beberapa waktu lalu Tim Ekpedisi didatangi warga dari Kedatuhan Benue, dusun Dasan Lekong, Desa Selebung, Kecamatan Batu Kliang  yang menginginkan Tim Ekspedisi untuk menelisik lebih jauh sejumlah peninggalan benda kuno yang diduga kuat peninggalan Kedatuhan Benue,” tutur Ruslan.

Ruslan juga mengungkapkan,  fenomena yang belum terpecahkan terkait bukti artefak dan nama-nama desa yang melingkari kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah dari empat penjuru mata angin yang selalu di awali dengan kata ‘BATU’.

“Sebelah Selatan Kota Praya ada Desa Batujai, Sebelah Barat ada Desa Batu-Tulis, Sebelah Utara Batu Tambun dan Batu Menek, Sebelah Timur ada Desa Batunyale dan tengah kota Praya ada  Batuson,” katanya.

Tim Ekspedisi akan menggali dan menelisik benang merahnya, agar fenomena ini bisa terklarifikasi secara obyektif.

 Misteri Misi Anak Raja Seran di Kampung Rumbuk

Sementara itu Direktur Mi6 , Bambang Mei Finarwanto mengungkapkan, ia tidak menyangka jika respon publik terhadap Tim Ekspedisi Sejarah sedemikian besar.

BACA JUGA: Taruna Latsitarda Mulai Latihan di Gili Trawangan

Hal ini makin memotivasi Tim Ekspedisi untuk semakin giat mengungkap kisah sejarah masa lalu, agar tidak menjadi mitos dan cerita rakyat semata.

“Minggu kedua II Juni mendatang, Tim Ekspedisi Mi6 dan PDIP NTB akan turun ke Lapangan menelisik dan menginvestigasi sejumlah peninggalan bangunan kuno, termasuk rumah ibadah di lombok agar bisa diuraikan benang merah kronologi dan faktanya sejarahnya,” ujar Didu spaan akrab Bambang.

Didu menginformasi, Tim Ekspedisi akan mengungkap Kisah Putera Mahkota Raja Seran II yang tinggal di Desa Rumbuk.

Seran dikaitkan dengan bukti peninggalan  Masjid Kuno yang pertama di Desa Rumbuk, yakni Masjid At-Taqwa.

“Pertanyaan kemudian selain syiar agama Islam kala itu, Kenapa Raja Seran yang istananya diduga  di Air Suning, Kabupaten Sumbawa Barat  justru mengutus putera mahkotanya tinggal di Rumbuk. Ada apa dan ada siapa di Rumbuk? Ini yang mau kita telisik benang merah sejarahnya,” kata didu.

Didu menambahkan, konon  Ekspedisi Putera Raja Seran ke Rumbuk ini diiringi  sejumlah hulu balang dan masyayikh.

Maka tak heran kemudian bahasa masyarakat di seputaran Rumbuk Seran yakni Kembang Kerang, Rempung, Pringgasela, Jantuk berdialeg Seran.

“Diduga pengikut Putera Mahkota Seran menyebarkan syiar agama islam dan tinggal di desa-desa tersebut  yang memiliki dialek Seran leluhurnya,” ungkap Didu .

Berdasarkan informasi yang diterimanya, di Dusun Bangkang, Desa Kuta Lombok Tengah, diduga ada benda kuno prasejarah  yang menyerupai pengolahan emas maupun mineral lain.

“Jika artefak pengolah logam emas itu benar, patut diduga nenek moyang leluhur suku Sasak sudah mengetahui peta kandungan mineral  logam berharga di kawasan tersebut,” kata Didu. (*)

 




Bupati Djohan Hadiri Peresmian Masjid Baitul Mugni, Kapu

Saat peresmian Masjid Baitul Mugni, Kapu, Bupati Djohan Sjamsu berharap Pompes  Al Istiqomah melahirkan SDM berkualitas dan berakhlak

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Peresmian Masjid Baitul Mugni “Ponpes Al Istiqomah” Dusun Kapu, Desa Jenggala Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara dihadiri Bupati,H Djohan Syamsu dan Wakil Bupati, Dany Karter Februanto, Sabtu (28/05/22).

Bupati Djohan Syamsu mengatakan, keberadaan Pondok Pesantren Al Istiqomah Kapu tentu akan berdampak untuk kemajuan Lombok Utara. 

Bupati Djohan saat peresmian masjid
Wawan Gunawan

“Pondok pesantren tersebut menjadi salah satu pusat pendidikan yang bisa melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berakhlak,” katanya.

Menurutnya, pembangunan pondok pesantren ini sangat bermanfaat. Apalagi, pondok pesantren Al Istiqomah ini sudah bergerak dari bawah. 

“Dengan pembangunan dan pengembangan ini akan semakin meningkatkan kualitas anak didiknya,” katanya. 

BACA JUGA: Bupati Djohan Hadiri Dharmasanti Trisuci Waisak

Diharapkan, Pompes ini semakin menggeliatkan munculnya generasi handal yang bisa menjadi pemimpin umat, yakni SDM yang berkualitas dan berakhlak

Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf, Wawan Gunawan, mengatakan akan dibangunkan perpustakaan digital oleh Yayasan yang di pimpinnya.

Menurutnya, terkait prospek destinasi pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Ponpes Al Istikamah Kapu sangat baik untuk dijadikan wisata religi.

“Kita tidak bisa mengenyampingkan pendidikan budi pekerti karena terlalu banyak orang pintar dan itu yang harus kita selaraskan,” tuturnya 

Di lain pihak, Wawan Gunawan mengingatkan masyarakat untuk menggalakkan swadaya dan meminta nimningan para pejabat setempat.

“Agar dapat menghasilkan sesuatu yang dapat diandalkan, dan tidak ketergantungan dengan pihak lain,” pungkasnya.

Menjelang berpamitan menyempatkan mampir di rumah Kabid Pemasaran, Raden Santiyo, seraya berpesan untuk segera di buatkan proposal terkait rencana bantuan yang sempat disampaikan. 

Selain dihadiri Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf, Wawan Gunawan yang mewakili Mentri Kemenparekraf, Ketua IHGMA , L.Kusnawan, Ketua Yayasan Al- Mugni Jakarta Kuningan bersama rombongan. 

Bupati usai peresmian masjid

Juga hadir Tuan Guru Karim selaku Pimpinan Ponpes Nurul Bayan dan para pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al Istiqomah serta para tokoh masyarakat setempat.

Tak ketinggalan Kabid Pemasaran Pariwisata KLU, R Santiyo, mengantikan Kepala Dinas Pariwisata yang saat itu berhalangan hadir.***

BACA JUGA: Wabah PMK, Ini Langkah Penanganan DKP3 KLU 

 




Mahasiswa NTB Raih Medali Emas Di Malaysia

Sangat membanggakan, mahasiswa Indonesia peroleh medali emas dalam kompetesi Minggu Penyelidikan dan Inovasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Medali emas disabet salah satu mahasiswa Awarde Beasiswa LPP-NTB, Roi Boy Jon, dalam kompetisi yang cukup bergengsi di Malaysia yaitu Minggu Penyelidikan dan Inovasi (MPI).  

MPI  merupakan kompetisi produk yang mengundang para siswa, mahasiswa, atau peneliti dari setiap kampus yang ada di Malaysia. 

Program tersebut diinisiasi oleh 3 universitas besar Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Universiti Malaysia Terengganu (UMT), dan Universiti Kampus TATI (TATIUC).

“Proses seleksi program MPI ini tidaklah mudah dan terbilang ketat,” kata Roy Boy Jon.

BACA JUGA: Bunda Niken: di Dompu Kekerasan terhadap Perempuan Tertinggi

Menurutnya, sangat membanggakan jika projek inovasi yang digagas oleh anak-anak NTB dapat diapresiasi bahkan menjadi juara.

Jon sendiri mengaku tidak menyangka bisa mendapat penghargaan bergengsi ini. Sebab ia mengetahui, banyak peserta yang mempunyai inovasi yang luar biasa. 

“Tentunya kami merasa bangga, karena inovasi yang kami buat bisa diterima oleh masyarakat Malaysia secara luas. Dan ini menjadi kebanggaan karena nama Indonesia bisa masuk menjadi perbincangan dalam lomba tahunan yang di adakan oleh kampus seluruh Malaysia,” tuturnya.

Perlu diketahui dalam proses seleksinya di tahun ini terdapat 300 peserta dari seluruh Universitas Malaysia yang mendaftar di ajang MPI kali ini. 

Selanjutnya akan dipilih sebanyak 65 projek inovasi yang dapat dipaparkan atau dipresentasikan. ***

BACA JUGA: Penembakan Texas, 19 Siswa dan 2 Guru Tewas 

 




Bupati Djohan Hadiri Darmasanti Trisuci Waisak 

Bupati Djohan Sjamsu minta masyarakat Lombok Utara tetap memelihara toleransi umat beragama 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Syamsu,SH, menghadiri peringatan Dharmasanti Trisuci Waisak 2566 BE/2022 yang dipusatkan di Vihara Giri Metta Bavana Arama Dusun Buani, Desa Bentek Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara Kamis (26/05/22).

Dalam acara itu ia mengharapkan masyarakat Kabupaten Lombok Utara tetap menjaga kerukunan beragama, dimana “Dharmasanti ini sebagai bentuk kebersamaan dan kerukunan umat beragama”. 

Pesan Bupati Djohankepada seluruh umat beragama di KLU agar selalu hidup rukun damai. 

Menyambut kehadiran Bupati Djohan Sjamsu       Wabup Danny mendampingi Bupati Djohan dalam peringatan Waisak

Sebab Lombok Utara merupakan daerah yang paling aman,  toleransi umat beragama yang saling berdampingan satu dengan lainnya.

Ia menyampaikan terimakasih pada semua umat beragama di KLU, dan berharap terus memelihara bersama-sama toleransi bergama di Gumi Tioq Tata Tunaq. 

BACA JUGA: Bupati Djohan Kukuhkan Pengurus PWRI KLU

“Kebersamaan, kerukunan, modernisasi ini kita wujudkan untuk internal agama Buddha dan eksternal yang melibatkan tokoh lintas agama,” katanya.

Sebelumnya, panitia Darmasanti Trisuci Waisak, Sudianto mengatakan Waisak tahun 2022 mengajarkan dharma sebagai pedoman untuk menunaikan tugas dan kewajiban.

Ia mengatakan,  moderasi beragama menjadi salah satu di antara praktek kebenaran untuk meraih keharmonisan

Moderasi beragama juga sebagai jalan binam memadukan cinta kasih dan kasih sayang serta pemahaman agama lebih terbuka terhadap perkembangan kehidupan.

Di ahir penutup penyampaian Bupati, panitia menyuguhkan Cindra Mata sebagai ujud syukur Umar Budha atas kehadiran Bupati, Wkl Bupati bersama rombongan.

Dalam kegiatan peringatan Dharmasanti Trisuci Waisak 2566 BE itu, Bupati Djohan Sjamsu tampak bersama Wakil Bupati Danny Karter Febrianto.

BACA JUGA: Penembakan Texas, 19 Siswa dan 2 Guru Tewas

Selain disambut panitia juga Dhamadesana Bhikku Bhante Dhammosubho Mahathera, Anggota DPRD Provinsi NTB Sudirsah Sujanto S.PdB, Pembimas Budha  Kemenag NTB Aryadi Setiawira SH, Kapolsek Gangga IPTU.Remanto SH, serta undangan lainnya. ***

 

 




Bupati Djohan Kukuhkan Pengurus PWRI KLU 

Bupati Lombok Utara minta PWRI tidak boleh patah semangat, dan tetap memberi manfaat bagi masyarakat

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) harus memberikan saran dan masukan yang positif untuk membantu percepatan pembangunan Kabupaten Lombok Utara.

Bupati Djohan Sjamsu mengatakan itu saat  mengukuhkan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia Kabupaten Lombok Utara (PWRI KLU) Masa Bakti 2022-2027, di aula kantor bupati setempat, Rabu (25/05/22).

Bupati minta PWRI tidak putus asa

“Organisasi ini harus dapat memberikan saran dan masukan yang positif untuk membantu percepatan pembangunan Kabupaten Lombok Utara,” kata bupati.  

Perngukuhan itu berdasarkan Keputusan DPW PWRI Provinsi NTB Nomor 16/52/PD.PWRI/SK/III/2022 tentang Pengesahan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia Kabupaten Lombok Utara Masa Bhakti 2022-2027, dengan Intiha, SIP sebagai Ketua PWRI KLU. 

BACA JUGA: Sampah di Tiga Gili Dibahas di Dinas Lingkungan Hidup KLU

Pesan bupati, para ASN purna tugas tersebut tidak boleh patah semangat, meskipun dinas resmi dengan pemerintah telah usai sesuai ketentuan regulasi kepegawaian. 

Namun keberadaan mereka di tengah masyarakat harus aktif, supaya tetap memberi manfaat bagi masyarakat luas. 

Kepengurusan PWRI yang pertama di KLU diminta bersinergi dentan Pemda, dengan tetap memberikan ide, gagasan, dan sumbangsih tenaga dan pemikiran guna percepatan pembangunan di Kabupaten Lombok Utara. 

“Dengan keberadaan kita sebagai pengurus PWRI dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” kata bupati. 

Sementara itu, Ketua DPW PWRI Provinsi NTB Drs. Suroyo menuturkan, misi organisasi PWRI untuk mempererat kesatuan, meningkatkan kemandirian dan kualitas serta mengusahakan kesejahteraan yang layak bagi kehidupan Wredatama. 

PWRI merupakan organisasi kemasyarakatan di Indonesia, tempat berhimpunnya para pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagaimana aturan pensiunan ASN, termasuk Kepala Desa wajib menjadi anggota PWRI. 

Perjalanan PWRI di KLU pasang surut namun secara umum berjalan dengan baik, jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Tour De Moyo, Menyelesaikan Persiapan Event MXGP

“Awal mula pembentukan PWRI KLU sendiri begitu cepat. Pada bulan Maret lalu kita diskusi terkait pembentukan organisasi PWRI di KLU bersama bupati. Alhamdulillah sekarang sudah terbentuk kepengurusan di KLU,” kata Suroyo. ***