Kebudayaan menjadi tempat persembunyian sekaligus medan perlawanan. Saat kritik politik dibungkam, panggung teater, puisi, dan humor menjelma menjadi ruang alternatif. Di sana, perlawanan tidak tampil sebagai slogan, melainkan narasi simbol
Kelokalan Lombok; Transformasi dari Antigone ke Dende Tamari (2)
Bengkel Aktor MatAram atau Teater BAM tidak sekadar mementaskan lakon, tetapi membangun wacana terkait kelokalan Lombok




