Pemerintah daerah agar lebih memprioritaskan kepada wilayah wilayah yang sulit mendapatkan air bersih
MATARAM.lombokjournal.com — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG ) Stasiun Geofisika Mataram memperkirakan, beberapa wilayah di Pulau Lombok dan Sumbawa dilanda kekeringan ekstrem karena tidak diguyur hujan lebih dari 60 hari.
BMKG memperkirakan kondisi tersebut terjadi hingga puncak kekeringan di NTB pada bulan Agustus.
Kepala BMKG stasiun Mataram Ardhianto Septiandhi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan hari tanpa hujan puncak kekeringan di NTB diperkirakan akan terjadi di bulan Agustus ini.
“Dari perkiraan yang mereka lakukan, kekeringan yang hampir terjadi di seluruh wilayah indonesia ini akan berakhir pada bulan Agustus, mengingat pada September mendatang sudah memasuki musim penghujan. Meski demikian akan ada beberapa daerah mengalami kekeringan ekstrime,” ujar Ardhi, Selasa (13/08) 2019
Ardhianto menjelaskan, dengan kondisi hari tanpa hujan yang begitu panjang menyebabkan NTB dilanda kekeringan ekstrem akibat berkurangnya ketersedian air di sebagian besar wilayah NTB
Adapun wilayah yang menjadi kategori awas kekeringan yakni wilayah Lombok Timur untuk itulah BMKG Stasiun Geofisika Mataram menghimbau masyarakat untuk mulai mempersiapkan pasokan air.
Pemerintah daerah agar lebih memprioritaskan kepada wilayah wilayah yang sulit mendapatkan air bersih.
Untuk informasi potensi kekeringan ekstrem tersebut, BMKG Stasiun Geofisika Mmataram juga sudah menyebarluaskan informasi tersebut agar pemerintah daerah di NTB dan instansi terkait bisa segera mengambil langkah antisipasi.
AYA









