Anak-anak NTB didorong kuliah di luar negeri, agar menyadari betapa luasnya dunia, berapa jauhnya tertinggal, dan betapa banyaknya potensi yang kita miliki
MATARAM.lombokjournal.com –
Meski memiliki talenta yang baik tapi jika tumbuh di lingkungan yang kurang baik, maka lambat laun talenta tersebut akan mati.
Anak muda NTB diharapkan dapat dipupuk dan tumbuh di lingkungan yang baik agar mampu berkembang dan memiliki potensi yang luar biasa.
Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menegaskan itu, saat menjadi narasumber pada program “Sabtu Untuk Semua” yang digelar secara virtual oleh Yayasan Pemberdayaan Nathan Indonesia (YPNI), Sabtu (24/10/20)
Program tersebut mengangkat tema “Menyiapkan Masa Depan Anak Muda NTB”. Nathan Indonesiaadalah tempat berkumpulnya anak-anak muda untuk diberikan pelatihan tentang kepemimpinan dan pengembangan diri.
“Kita carikan lingkungan yang baik supaya bisa tumbuh dan dipupuk sebagaimana manusia agar bisa memiliki kesempatan kuliah dan kerja di luar negeri,” kata Gubernur.
Anak muda masa lalu dan masa yang akan datang, memiliki substansi yang sama, walaupun memiliki tantangan yang berbeda.
Menurut Gubernur, apa yang telah dilakukan oleh YPNI ini memberikan inspirasi dengan pengalaman yang telah dijalani, serta pendidikan dan sudut pandang yang berbeda.
“Mudah-mudahan potensi yang luar biasa di NTB ini bisa dididik untuk kemudian kita alirkan pada aliran yang dapat berkontribusi untuk NTB, Indonesia bahkan dunia,” tutur Bang Zul..
Lebih lanjut dikatakan, orang yang memiliki kemampuan di NTB sangat banyak. Anak muda NTB diminta untuk tidak takut bersaing. Karena sudah saatnya NTB menularkan satu cara berpikir untuk saling menjunjung win win situation.
“Lebih banyak anak muda yang kita berikan semangat dan inspirasi untuk kemudian lebih banyak orang yang hebat di kemudian hari berasal dari NTB, sehingga dengan sendirinya menularkan efek positif untuk daerah,” ujar Bang Zul.
Bang Zul sangat mendorong anak-anak NTB untuk kuliah di luar negeri, agar menyadari betapa luasnya dunia, berapa jauhnya tertinggal, dan betapa banyaknya potensi yang kita miliki.
“Era semakin terbuka dan akses kemana pun terbuka. Dengan ini kepemimpinan harus dimaknai lebih luas, bukan hanya pemimpin yang terlibat dalam bidang politik tetapi juga pemimpin di dunia bisnis,” kata Bang Zul.
Rr/HmsNTB









