Malam puncak Anugerah nanti, a akan mengundang seluruh lembaga penyiaran yang ada di NTB dan mengambil tema bertajuk “Siaran sehat NTB Gemilang”
MATARAM.lombokjournal.com — Wakil Gubernur Provinsi NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menyatakan mendukung dan mengapresiasi rencana aara Anugrah Penyiaran Komisi Informasi Daerah Indonesia (KPID) tahun 2019.
Anugerah penyiaran itu merupakan penghargaan yang diberikan kepada televisi dan radio, serta para tokoh yang berprestasi dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam memperkuat literasi media dan kesadaran informasi masyarakat.
“TV dan Radio di tengah perkembanngan pesat media daring dan media sosial saat ini, ternyata tetap menjadi media arus utama dengan sajian informasi yang akurat, dengan kontens-kontens yang produktif, edukatif dan mencerdaskan. Sekaligus media yang efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan NTB Gemilang ,” kata ungkap wagub yang akrab disapa Umi Rohmi, Senin (11/11-2019) di Mataram.
Ummi Rohmi mengatakan itu, saat menerima Ketua KPID NTB, Yusron Saudi bersama anggotanya, didampingi Plt. Kepala Dinas Kominfotik NTB, Gde Putu Aryadi. Mereka menemui wagub sebagai persiapan malam Puncak Anugerah Penyiaran KPID NTB Tahun 2019, yang akan berlangsung tanggal r 17 Nivember 2019 mendatang.
Mengingat peran strategis Lembaga Penyiaran Publik, Umi Rohmi meminta KPID dan Diskominfotik Provinsi NTB terus memperkuat kemitraan dan mendorong lembaga penyiaran publik tersebut. Agar berperan aktif dalam mendesiminasikan berbagai program unggulan dan program strategis mewujudkan NTB Gemilang.
“Kegiatan lomba, seperti Akademi presenter, lomba vlog, penulisan artikel, liputan khusus dan paket-paket iklan layanan masyarakat lainnya yang bersentuhan langsung dengan upaya pemberdayaan dan peningkatan literasi media masyarakat, perlu terus dioptimalkan,” pinta Wagub.
Kepala KPID NTB Yusron Saudi menuturkan, menyambut malam puncak Anugrah Penyiaran KPID 2019, telah diawali dengan gelaran beragam kegiatan lomba yang diikuti oleh seluruh lembaga penyiaran publik yang ada di NTB.
“Sedikitnya ada 16 kategori lomba yang digelar dalam 2 bulan ini. Dan sudah ada 200 karya jurnalistik tentang NTB yang diterima panitya, yang saat ini dalam proses finalisasi penilain oleh Tim Juri,” ungkap Yusron.
Dikatakan, pada malam puncak Anugerah nanti, pihaknya akan mengundang seluruh lembaga penyiaran yang ada di NTB dan mengambil tema bertajuk “Siaran sehat NTB Gemilang”.
“Kami sangat mengharapkan kehadiran Bu Wagub untuk datang ke acara anugerah penyiaran KPID, tema – tema yang masuk kepada kami banyak sekali mengenai zero waste, iklan-iklan yang diputarkan di radio dan televisi juga banyak mengenai beasiswa dan berbagai hal dan kita masih dalam proses penjurian kemudian akan diumukan pada malam anugrah,” jelasnya.
Berbagai rangkaian lomba yang diadakan, tidak hanya karya jurnalistik. Tetapi juga lomba mewarnai yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak dan orang tua dalam memilih tayangan program televisi dan radio yang sehat dan mencerdaskan, target peserta dari kalangan PAUD, TK hingga Pelajar SD se Kota Mataram.
Lomba Action to Dance memiliki tujuan untuk menjaring bakat-bakat luar biasa untuk dipromosikan ke Lembaga Penyiaran (LP).
Lomba Cerdas Cermat Halo KPID bertujuan untuk membuka ruang ekspresi terbuka kepada masyarakat tentang peran KPID NTB dalam membangun kesan tentang penyiaran sehat untuk rakyat.
Sedangkan lomba yang berkaitan dengan karya jurnalistik dan intertaiment, tentu jauh lebih banyak, terangnya.
Di antaranya, Audisi Akademi Presenter NTB yang bertujuan untuk mendorong potensi output SDM generasi muda berbakat NTB sehingga mampu bersaing dilevel nasional.
Juga Media Gathering merupakan pelibatan semua unsur pemerintah terkait seperti akademisi, legislatif, generasi milenial, NGO dan terutama lembaga penyiaran (LP) se NTB.
Ia menegaskan, malam puncak anugrah penyiaran akan didukung penuh melalui Siaran Bersama Anugrah Penyiaran KPID NTB 2019, program yang didedikasikan untuk meliput serta menayangkan secara langsung kegiatan dimaksud baik melalui televisi dan radio, jelasnya.
AYA









