Ahyar dan Mohan Hadiri Sidang Paripurna Terakhir Sebagai Walikota-Wakil Walikota 2016-2021

Ketua DPRD Kota Mataram, H Didi Sumardi memberikan cinderamata kepada Walikota Mataram H. Ahyar Abduh yang berdampingan dengan dan Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana usai sidang Paripurna DPRD Kota Mataram, Senin (15/02/21) / Foto' Asta
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

faktor yang mempengaruhi penurunan kinerja yaitu terjadinya bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 yang hingga saat ini tak kunjung reda

MATARAM.lombokjournal.com

Panitia Khusus (Pansus) menyampaikan beberapa poin catatan dan rekomendasi dalam Sidang paripurna pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Mataram akhir Tahun Anggaran 2020 dan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir masa jabatan 2016-2021, Senin (15/02/21).

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh

Sidang paripurna tersebut jadi sidang terakhir yang diikuti H. Ahyar Abduh dan  H. Mohan Roliskana sebagai Walikota dan Wakil Walikota Mataram periode 2016-2021 yang berakhir Rabu (17/02/2021).

Wakil Ketua Pansus, Sinta Primasari beberapa poin yang menjadi catatan Pansus kaitannya dengan kinerja walikota Mataram lima tahun terakhir.

Di antaranya penurunan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mataram, bertambahnya angka pengangguran terbuka, banyaknya tempat-tempat kumuh, dan tak tercapainya target PAD.

“Angka pertumbuhan ekonomi selama lima tahun mengalami penurunan secara konsisten dan signifikan,” kata Wakil Ketua Pansus, Sinta Primasari.

Walikota Mataram H. Ahyar Abduh yang duduk berdampingan degan Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, saat menyampaikan tanggapan tak menampik beberapa catatan dan rekomendasi Pansus terkait penurunan kinerjanya.

Ahyar mengatakan, faktor yang mempengaruhi penurunan kinerja yaitu terjadinya bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 yang hingga saat ini tak kunjung reda.

Secara spesifik, Kota Mataram kehilangan kunjungan 700.000 wisatawan sejak gempa hingga mewabahnya Covid-19.

Kondisi tersebut menyebabkan potensi pendapatan Kota Mataram yang cukup besar jadi lenyap. Hal itu belum ditambah tak adanya investor yang berani menanam modal di Kota Mataram.

BACA JUGA; Ahyar Abduh HHusnul Khotimah Memimpin Kota

“Saya sangat menyimak apa-apa yang jadi catatan apa-apa yang jadi rekomendasi terhadap hasil Pansus LKPJ. Kita mengalami suasana di luar prediksi kita. Berpengaruh terhadap belanja kita,” ujar Ahyar.

Terlepas dari itu, Ahyar berterima kasih kepada DPRD Kota Mataram yang telah menerima LKPJ Walikota Mataram tahun anggaran 2020 dan LKPJ Walikota Mataram masa jabatan 2016-2021.

“Saya dan Bapak Mohan Roliskana menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya, menyampaikan ucapan terima kasih bahwa pada malam hari ini sudah diputuskan penerimaan LKPJ,” katanya.

Di akhir acara, Ketua DPRD Kota Mataram Didi Sumardi yang tak didampingi dua wakilnya karena sakit meminta izin peserta sidang untuk menambah acara yakni acara pemberian cinderamata kepada Ahyar Abduh dan Mohan Roliskana.

Hal tersebut disebabkan hari Rabu tanggal 17 Februari 2021i, Ahyar dan Mohan resmi purna tugas sebagai Walikota dan Wakil Walikota Mataram periode 2016-2021.

Ast