Hampir sepertiga responden memilih gorengan sebagai kudapan wajib saat berbuka puasa
MATARAM, LombokJournal.com – Takjil adalah sebutan untuk kudapan menu berbuka puasa.
Takjil umumnya dipahami kebanyakan orang sebagai camilan.
Ramadhan selalu identik dengan momen berburu takjil. Setiap sore menjelang magrib, meja takjil seolah berubah jadi arena persaingan. Siapa yang paling cepat habis?
BACA JUGA : Fondasi Transformasi Ekonomi NTB Sedang Dibangun
Berdasarkan survei 2025 yang dirilis oleh GoodStats yang dikutip dari laman indonesiabaik, aneka gorengan menempati posisi teratas sebagai takjil favorit masyarakat Indonesia dengan 29,2% responden.
Artinya, hampir sepertiga responden memilih gorengan sebagai kudapan wajib saat berbuka puasa.
Gorengan adalah juara bertahan yang tak tergantikan. Seperti bakwan, tempe mendoan, tahu isi, atau pisang goreng, semuanya pasti ludes duluan.
Favorit karena rasanya yang gurih, renyah, dan murah meriah. Dimakan pakai cabai rawit hijau atau sambal, rasanya nikmat sekali.
Berapa di nomor dua ada teh atau kopi dengan 28,7 persen. Di nomor tiga nasi dan lauk pauk 28,2 persen.
BACA JUGA : Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Oleh-oleh Haji
Kolak berapa di peringkat empat dengan 15,6 persen. Belum terasa Ramadhan kalau belum makan kolak. Kuah santan yang gurih campur gula merah manis, ditambah potongan pisang atau ubi, bikin perut langsung hangat dan nyaman.
Kudapan ini sangat pas buat memulihkan tenaga yang hilang seharian. Biasanya ada juga yang tambah kolang-kaling biar makin asyik kunyahnya.
Setelah kolak ada buah-buahan sebanyak 14,1 persen. Es campur sebanyak 12,3 persen. Minuman kemasan 9,6 persen. Kue sebanyak 9 persen, dan lainnya 6 persen.(*)









