Orientasi IKA Unram Harus Berubah

Pengurus IKA Unram bersama Panitia Munas, menggelar rapat pembahasan rencana kegiatan Munas IKA Unram, Selasa (11/05/21) di gedung Rektorat Unram, Kota Mataram / Foto: Me
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

lombokjournal.com

MATARAM:

Ketua IKA Fakultas MIPA Unram, Murzal Ghazali berharap agar IKA pusat memiliki sinergi dengan IKA kabupaten/kota dan juga fakultas. Karena menurutnya, ikatan alumni di fakultas justru tidak memiliki peranan.

“Terus terang siapa yang melantik IKA fakultas kami enggak tahu. Pada saat itu di MIPA yang mengeluarkan SK Dekan. Model seperti apa antara ikatan di fakultas dan di pusat? Karena yang paling banyak punya peran IKA pusat dan daerah,” ujarnya.

Sementara Sekretaris IKA FKIP, Dr Gito Hadiprayitno merefleksikan sejarah panjang IKA Unram. Sejak dulu dia mengatakan memang tidak ada yang berminat menjadi pengurus IKA. Banyak alumni fokus pada karier mereka masing-masing.

“Berangkat dari sejarah panjang Munas IKA, yang jadi penerus IKA memang tidak ada peminat. Tidak digaji dan bahkan keluarkan biaya sendiri,” katanya.

Untuk itu, dia berharap IKA Unram saat ini dapat berubah dan berinovasi. Dia berharap pengurus IKA ke depan tidak berpaku pada program lama.

“Melihat perkembangan yang ada sekarang arah dan orientasi kegiatan IKA memang harus berubah, tidak bisa berpatokan pada kegiatan lama,” ujarnya.

Karena faktanya, IKA sangat dibutuhkan universitas untuk mendongkrak akreditasi universitas. Sehingga IKA harus mampu tumbuh berinovasi untuk mendongkrak akreditasi.

“Karena IKA sangat dibutuhkan mendongkrak akreditasi bisa A. Ini harus jadi satu pandangan antara IKA baru harus satu visi dengan universitas. Kegiatan IKA harus memiliki kontribusi untuk akreditasi,” terangnya.

Beberapa masukan diberikan untuk kemandirian IKA Unram. Salah satunya adalah dengan membuat chanel ofisial youtube IKA dan memiliki banyak subscribe. Dia berharap pendapat Adsense youtube mampu membuat IKA mandiri.

“Official YouTube yang subscribe kita banyak. Kita tinggal pekerjakan dua tiga orang. Kita gaji mereka dari pendapatan YouTube. Jadi tidak perlu iuran,” tandasnya.

Selanjutnya Ketua IKA Fakultas Peternakan (Faterna), HL Makmur Said, memberikan masukan agar alumni pensiunan dapat didata. Itu kemudian dibuat sejenis kartu yang dapat memberikan mereka kemudahan di Taspen maupun keringanan pajak bumi dan bangunan.

“Kami punya alumni pensiunan. Kami menawarkan ketika berkumpul minta data,” ujarnya.

“Kami ingin pensiunan mau menjadi anggota. Kami punya syarat yang bisa kita pakai berhubungan dengan Taspen. Tinggal kita minta NIK. Kartu bisa sebagai pengganti KTP dan bisa mendapatkan pelayanan rumah sakit. Bahkan kami menawarkan untuk mendapatkan 50 persen PBB,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekjend IKA Unram, Cukup Wibowo, mengatakan tantangan IKA ke depannya adalah bagaimana bisa sejajar dengan universitas lain di Indonesia.

“Organisasi yang memiliki kesungguhan tidak mudah. Bagaimana Unram bisa sejajar dengan ITB gak gampang. Fakta objektif kami memerlukan alasan untuk sejajar,” imbuhnya.

Dia berharap, di tangan pengurus baru nantinya, nama IKA Unram dapat besar dan tentu saja berguna bagi universitas dan bangsa.

Baca hal:   /  3  4  /  Kandidat Calon Ketum Bermunculan

Me