Umum  

Cuaca Buruk, Penyeberangan Lembar-Padangbai Masih Aman

Muhammad Yasin, Manajer Operasional PT ASDP Lembar.(foto: gra/lombokjournal.com)
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint
Muhammad Yasin, Manajer Operasional PT ASDP Lembar.(foto: gra/lombokjournal.com)

LOMBOK BARAT – lombokjournal.com Cuaca buruk, hujan, dan angin kencang yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa hari terakhir, belum mengganggu aktivitas penyeberangan Lembar-Padangbai.

“Sampai saat ini penyeberangan masih aman dan lancar. Ada 24 trip sehari, jadi setiap jam kapal jalan,” kata Manajer Operasional PT ASDP Lembar, Muhammad Yasin, kepada lombokjournal.com di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.

Menurut Yasin, pihak Dirjen Kesyahbandaran dan Operator Pelabuhan (KSOP) dan juga Dinas Perhubungan NTB memang sudah mengeluarkan peringatan pada 7 Februari lalu, terkait angin kencang yang terjadi di wilayah NTB.

Peringatan ditujukan pada armada kapal penyeberangan dan nahkoda, juga kepada institusi terkait termasuk ASDP selaku operator pelabuhan penyeberangan, agar mewaspadai angin kencang dan gelombang tinggi.

Kepada pemilik kapal dan nahkoda, lanjut Muhammad Yasin, peringatan itu meminta agar mengutamakan keselamatan penyeberangan dan kembali ke pelabuhan jika di tengah perjalanan ada angin kencang dan gelombang tinggi.

Sementara kepada operator pelabuhan diminta untuk tidak memaksakan aktivitas penyeberangan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan.

“Tapi penyeberangan Lembar-Padangbai yang melintasi Selat Lombok ini cenderung aman. Tinggi gelombang masih di bawah 1,5 meter, sehingga kita tetap buka,” kata Yasin.

Ia menjelaskan, tinggi gelombang di Selat Lombok tidak terlalu terpengaruh angin kencang yang terjadi di wilayah NTB karena posisinya yang diapit Gunung Rinjani di Pulau Lombok dan Gunung Agung di Pulau Bali.

Ia mencontohkan, saat angin kencang terjadi pada 7 Februari dan membuat tinggi gelombang di perairan laut utara dan selatan mencapai 3 meter, di Selat Lombok tinggi gelombang hanya mencapai 1,7 meter saja.

“Pada Selasa sore, kita memang sempat tunda penyeberangan selama empat jam. Tapi itu bukan penutupan, hanya penundaan karena ada tekanan angin kencang di sekitar pintu lintasan,” kata Yasin.

Menurut Yasin, pihak ASDP Lembar akan tetap mengutamakan keselamatan penyeberangan, dan juga kebutuhan parapengguna jasa penyeberangan yang menghubungkan Lombok dan Bali itu.

“Ya tentu kita sama-sama berharap agar cuaca tidak buruk lagi sehingga arus transportasi bisa tetap lancar,” katanya.

Berdasarkan data ASDP, Pelabuhan Lembar-Padangbai dengan 24 trip kapal per hari, rata-rata per hari mengangkut 6 bus besar, 143 truk Fuso, 90-120 truk PS standar, 50 mobil minibus, dan 250 sepeda motor.

gra