Waktu yang cukup panjang untuk penormalan inilah yang dialami oleh PLN, sehingga melakukan pemadaman bergilir dengan mengandalkan daya listrIk di PLTD
MATARAM.lombokjournal.com –
Pemadaman Listrik yang dilakukan oleh PLN NTB dalam dua hari terkahir, karena PLN mengalami permasalahan di salah satu pembangkit Listrik di Pulau Lombok. Menyebabkan sistem pembangkit tersebut tidak bisa menampung beban listrik pelanggan.
“Ya,kita mengalami permasalahan di salah satu pembangkit, yang menyebabkan sistem pembangkit itu tidak bisa menampung beban dari pelanggan, prosesnya begitu panjang karena begitu satu sistem PLN terlepas/ bermasalah maka pembangkit -pembangkit itu akan padam,”ujar Manager Komunikasi PLN UIW NTB, Taufiq Dwi Nurcahyo, Jumat (16/10/20).
Pihaknya sudah menelusuri permaslahan kerusakan, yakni terjadinya kerusakan pembangkit di Lombok Up III. Adanya kerusakan tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan atau membentuk sistem baru.
Dituturkan, setelah ditelusuri, ternyata permaslahannya itu di salah satu pembangkit di Lombok Up 3. Dengan keluarnya pembangkit atau sistem padam total itu, mengakibatkan butuh waktu yang cukup panjang untuk bisa memulihkan atau membentuk sistem baru.
Karena ada beberapa pembangkit membutuhkan recoveri yang cukup panjang misalkan PLTU. PLTU minimal setelah start itu, baru 8 jam baru bisa mensingkron untuk menyuplai listrik.
Dikatakan Taufik, waktu yang cukup panjang untuk penormalan inilah yang dialami oleh PLN, sehingga melakukan pemadaman bergilir dengan mengandalkan daya listirk di PLTD .
“Jadi kemarin begitu padam, kita menyalakan seluruh PLTD di pulau Lombok. Jadi setelah itu nyala, memang tidak bisa masuk seluruh beban karena pembangkit PLTD kita secara total kemampuan itu masih di bawah kapasitas kebutuhan beban di pulau Lombok, sehingga penormalannya dilaksannya secara bertahap itu yang terjadi kemarin,” terangnya.
Menurut nya, itu yang memang salah satu kendala yang dihadapi dan waktu yang cukup panjang untuk penormalannya. Namun PLN juga berusaha secepatnya dengan menyalakan pembangit PLTD untuk menyelesaikan permaslahan tersebut.
“Kenapa harus diselesaikan, sebab kalau sampai itu tidak dituntaskan kemudian malah padam, itu akan bisa mengakibatkan bisa padam secara keseluruhan kembali. Itu proses recoverinya lama”ucapnya
Karena itu terpaksa tadi malam kita lakukan pemadaman, kita lakukan non stop melakukan upaya perbaikan dan tadi subuh kita baru bisa menyelesaikan itu sehingga peaker mulai nyala lagi.
Memang ini masih terus diawasi dan juga dikawal jangan sampai kejadian pemadaman terulang kembali.
Diharapkan, pembangkit PLTU bergabung, contohnya jeranjang bergabung. PLTU Lombok Timur nanti siang untuk mengantisipasi Lombok peaker mengalami kendala lagi sehingga tidak perlu terjadi padam.
“Kita PLN mengupayakan tidak ada pemadaman untuk pelanggan namun kembali lagi semuanya kita kawal kondisi belum stabil semua bisa terjadi. Disini kami tidak ada plan untuk pemadaman, namun jika konsisi perbaikan di Lombok peaker belum tuntas ternyata masih ada proses gangguan terpaksa keluar ada kemungkinan untuk padam. Ttapi kita berusaha memasukan pembangkit PLTD tadi segera masuk ke sisetem, sehingga PLTU bisa operasi secara maksimal bisa menutupi kekurangan yang ada, ” jelas Taufik
Aya









