Sulit Penuhi Standar, Serapan  Produk Lokal UMKM Masih Minim

Salah satu UKM yang tengah memproses pembuatan sabun di Kota Mataram / Foto; Aya
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Produk lokal khususnya kopi kebutuhannya cukup tinggi di hotel maupun restoran. Sehingga hal tersebut perlu direkomendasikan agar menggunakan  produk lokal

MATARAM.lombokjournal.com

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) NTB hingga kini masih minim, baru mencapai sekitar 10  persen.

Sebenarnya telah ada Peraturan Gubernur (Pergub) bela beli produk lokal yang disahkan beberapa bulan lalu. Bahkan sejumlah hotel, restoran, pemerintahan dan stakeholder terkait diminta menyerap produk lokal.

Ketua Asosiasi UMKM NTB, Haris Andi Baso Ence mengakui serapan produk UMKM untuk di perhotelan maupun restoran sangat kecil.

Karena memang UMKM yang belum siap dan tidak bisa memenuhi standar.

Untuk itu titik tengahnya adalah memberikan pembinaan kepada UMKM agar mampu memenuhi standar yang diinginkan.

“Masih belum banyak masuk ke hotel-hotel, paling hanya 10 persen saja. Jadi pemerintah harusnya menghubungkan antara investor di perhotelan dengan UMKM yang ada, apa standar diinginkan oleh investor,” kata Haris Andi Baso Ence, Rabu(l4/10/20).

Nantinya akan dibimbing UMKM untuk membuat produk-produk yang diminta sesuai standar mereka.

“Pergub memang sudah ada, hanya tinggal dijalankan saja. Maka dari itu diharapkan Gubernur bisa memanggil investor, terutama di kawasan ITDC agar dihubungkan dan dipertemukan,” terangnya.

“Kita diberitahukan kebutuhannya seperti apa, kemudian ada tidak yang bisa produksi  UMKM disini, itu sebenarnya yang kita harapkan,” jelasnya.

Menurut Haris, sekarang ini para UMKM bergerak sendiri –sendiri, dan itu pun hanya pengusaha besar saja.

Sedangkan yang kecil tidak dilirik dan tidak  diperhitungkan. Justru lebih banyak mendatangkan produk dari Bali yang masuk ke hotel-hotel.

“Banyak produk yang dari Lombok kemudian masuk ke Bali dan diolah disana, tapi masuk lagi ke Lombok. Salah satunya kopi, itu banyak dari luar dan tidak menggunakan produk lokal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, produk lokal khususnya untuk kopi sendiri kebutuhannya cukup tinggi di hotel maupun restoran. Sehingga hal tersebut perlu direkomendasikan agar menggunakan  produk lokal.

“Beberapa memang  ada yang pakai produk lokal, tapi kita harapkan semua bisa di serap jangan kopi saja. Produk lainnya juga,” pungkasnya

Aya