Duh, Indahnya Hutan Wisata Selelos

HUTAN WISATA SELELOS; berpeluang jadi ikon hutan Lombok Utara
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

LOMBOK UTARA – lombokjournal.com

Dusun Selelos di Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, memiliki hutan wisata sangat elok dan mempesona siapa saja yang sempat berkunjung. Hutan wisata Bebekeq sangat berpotensi dipasarkan ke pasar wisata global maupun lokal.

Panorama keindahan alam Hutan Bebekeq  yang eksotik, dapat menarik naluri orang untuk rekreasinya. Banyak orang yang telah berdecak kagum saat melihatnya.

Panorama alam yang sungguh mempesona, kini hutan Bebekeq makin banyak dikunjungi orang. Apalagi, tiap tahun masyarakat Selelos dan masyarakat Tanjung banyak yang berkunjung ke hutan ini untuk melakukan ritual tahunan. Mereka percaya bahwa di hutan ini terdapat makam keramat yang patut di kunjungi.

Fakta ini dikuatkan oleh pendapat banyak orang, hutan Bebekeq punya daya mitos yang tinggi, namun begitu ada juga yang tidak percaya. Mereka ini hanya percaya dengan keberadaan hutan ini sebagai tempat wisata yang mengasyikkan.

Akan halnya dengan Wilayah San Baro, Selelos juga memiliki banyak daya tarik wisata cukup menarik selain hutan Bebekeq. Seperti temuan media online ini, wilayah Selelos memiliki banyak potensi wisata yang patut dibanggakan.

Selain itu juga kaya hasil alam, seperti cengkeh, kopi, durian, vanili, kakao, kelapa dan lain-lain, wilayah ini juga menyimpan banyak wisata budaya, seperti gamelan Beleq, alat-alat hiasan tradisional yang indah.

Bentang alam hutan wisata Bebekeq seringkali mempesonakan pikiran siapa saja, karena topografis wilayahnya sangat subur dan suasana iklimnya dingin. Kondisi cuaca alam hutan wisata Bebekeq yang dingin ini merangsang geliat aktivitas perkebunan kian berkembang. Pemandangan alam sekelilingnya yang hijau dibarengi kicauan burung merdu membawa suasana makin terasa indah dan mengasyikkan.

Panorama alam hutan Bebekeq yang mempesona memungkinkan menjadi icon hutan wisata di Lombok Utara. Keasrian hutan beserta pepohonan yang tumbuh memenuhi kawasan hutan membawa nuansa keindahan tersendiri.

Keasrian dan kepanoramaan hutan wisata yang sunguh indah ini akan tetap terpelihara bila tetap dijaga dan dirawat dengan baik para pemangku pariwisata maupun masyarakat sekitarnya. Ini penting untuk menjaga kelestarian ekologi lingkungannya agar tetap alamiah, bersih, dan asri.

Tempat ini bisa dicapai dengan kendaraan roda empat dan roda dua serta membutuhkan waktu 1 jam dengan jarak tempuh 25 km dari Tanjung.

djn