Positif Covid-19, Dua Bayi Berusia Empat dan Lima hari

dr Lalu Hamzi Fikri
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Kasus penularan Covid-19 pada bayi dan ibunya dinilai merupakan transmisi vertikal. Artinya, penularan yang terjadi dari ibu kepada anak yang dilahirkan

MATARAM.lombokjournal.com —  Dua bayi masing-masing berusia empat dan lima hari, yang berasal dari Mataram dan Lombok Barat, dinyatakan Positif Covid-19

“Kedua bayi  terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19 di NTB.,” jelas Direktur Utama RSUP NTB, dr.H.Lalu Hamzi Fikri, usai menggelar rapat dengan Wakil Gubernur NTB, Selasa (07/07/20).

Keduanya saat ini  sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUP NTB. Bayi-bayi itu diprediksi tertular oleh ibunya,” jelas Direktur Utama RSUP NTB, dr.H.Lalu Hamzi, usai menggelar rapat dengan Wakil Gubernur NTB, Selasa (07/07/20).

Ia mengatakan,  gejala yang dialami bayi asal Kota Mataram, yaitu sesak nafas berat dan saat ini sudah berada di ruang isolasi.

Lalu Hamzi menjelaskan, hari Senin (06/07) bayi diterima ada yang empat hari lahir 2 Juli. Lahirnya spontan. Jenis kelamin perempuan.

“Dia memang mengalami asfiksia berat sesak nafas. Kita masukkan ruang isolasi bersama  ibunya pada tanggal 2 Juli 2020 dan status dari bayi tersebut terkonfirmasi positif. Ibunya juga PDP terkonfirmasi positif. Bayi positif dan ibu positif,”ujarnya.

Gejala yang dialami bayi asal Kabupaten Kota Mataram tersebut sesak nafas serta pneumonia, dan saat ini sedang dirawat di ruang NICU atau ruang perawatan intensif.

Status positif Covid-19 yang dialami dua bayi tersebut berdasarkan hasil swab tes yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.

Bayi kedua umur tiga hari. Lahir 3 Juli 2020, dengan jenis kelamin perempuan juga. Dengan asfiksia berat dan pneumonia di situ.

“Ini dari Lombok Barat. Tadi yang pertama dari Kota Mataram. Bayi yang kedua ini saat ini kita rawat di ruang NICU, ruang intensif. Ini kondisinya swab bayi hasilnya kita terima 4 Juli konfirmasi positif swab ibunya juga positif,”tegasnya

Dengan kasus baru yang terjadi menurut dr. Fikri sapaan akrab dr. Lalu Hamzi Fikri, pihak rumah sakit melakukan kajian mendalam.

Kasus penularan Covid-19 pada bayi dan ibunya dinilai merupakan transmisi vertikal. Artinya, penularan yang terjadi dari ibu kepada anak yang dilahirkan.

“Ini sebenarnya kita masih perdalam lagi. Ada mengarah ke namanya transmisi vertikal. Tapi ini dokter spesialis anak yang akan banyak komentar, kalau saya hanya bisa bicara berdasarkan data yang saya dapat,” ujarnya.

Ia menyatakan jika sampai saat ini pihaknya baru mendapatkan data awal.

“Ini baru kita dapat data awal ya, tapi ini perlu didalami lagi perlu penelitian lebih lanjut. Ada proses pemeriksaan yang perlu ditambah. Tapi kecurigaan kita ke transmisi vertikal,”ungkapnya.

Untuk memastikan apakah termasuk transmisi vertikal atau tidak, maka diperlukan kajian lebih jauh lagi terutama oleh dokter spesialis anak.

Menurutnya, kondisi yang terjadi pada dua bayi asal Kota Mataram dan Kabupetan Lombok Barat tersebut, cukup jarang ditemukan dan ini merupakan kasus baru di NTB.

“Kalau dibilang ini temuan baru, ini memang jarang kita temukan,” katanya.

AYA