Jelang mutasi di KLU, Tim Sukses Jangan Paksakan Kehendak

PENGURUS DPW PAN BERSAMA BUPATI DAN WABUP KLU; "biarkan bupati dan wakil bupati menentukan yang terbaik."
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

LOMBOK UTARA – lombokjournal

Menjelang mutasi pejabat di lingkup Pemkab Lombok Utara (KLU) dalam waktu dekat, ditengarai terjadi tawar-menawar pihak-pihak yang mengaku tim sukses pemenang PILKADA di wilayah ‘dayan gunung’ itu. Pertimbangan politik dalam mutasi di lingkungan birokrasi, dikhawatirkan akan menggeser orang-orang potensial di bidangnya.

hasbullah1
H Hasbullah Muis

Kekhawatiran itu disampaikan Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) NTB. “Kalau pergantian jabatan di lingkungan SKPD, jangan sampai justru mengganggu program-program pembangunan,” kata H. Hasbullah Muis, saat ditemui di rumahnya, Minggu (8/8).

PAN termasuk partai pengusung NASA (Najmul-Sarif) – bersama PDI Perjuangan, PBB, Gerindra dan PKB – yang menang dalam Pilkada di KLU bulan Desember 2015. Meski demikian, Hasbullah mengaku soal mutasi merupakan kewenangan bupati yang memahami “orang yang tepat untuk ditempatkan di tempat yang tepat.”

“Penempatan pejabat yang tidak kompeten justru merugikan pembangunan daerah. Pihak yang mengaku tim sukses itu jangan memaksakan kehendak,” kata Hasbullah.

Kekawatiran itu disampaikannya menanggapi desakan orang-orang yang mengklaim sebagai tim sukses, yang memaksakan ‘merebut’ jabatan tertentu di birokrasi. Selain akan merusak tatanan birokrasi, hal itu akan menjurus politisasi ASN (aparatur sipil Negara).

“Seharusnya kita hanya memberi masukan, dan biarkan bupati dan wakil bupati menentukan yang terbaik demi kelancancaran pembangunan di dayan gunung,” tegas Hasbullah.

Emas F