Sehat Bersama JKN-KIS, Jangan Lupa Rutin Bayar Iuran Sambil Bersedekah

Paizah (29)
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Setiap peserta JKN–KIS dihimbau  tetap membayar kewajibannya demi melindungi anggota keluarganya dari kemungkinan terjadinya hal – hal yang tidak diharapkan

lombokjournal.om —

SELONG  ;    Paizah (29) merupakan salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN–KIS) segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU).

Ketika ditemui tim jamkesnews, Paizah kala itu bersama dengan suaminya Ikhwan (35) sedang menjajakan dagangannya. Paizah pun sempat menceritakan pengalamannya selama menggunakan kartu JKN–KIS ,  Minggu (10/03) 2019.

Sebelum mempunyai kartu JKN – KIS, Paizah sempat kewalahan dengan besar biaya yang dikeluarkannya ketika melakukan USG.  Ia saat itu hamil anak pertama, baru satu kali USG saja sudah habis 450 ribu.

“Saya tidak bisa membayangkan berapa uang yang saya habiskan saat persalinan nanti? Maka dari itu saya berinisiatif untuk mendaftarkan diri dan suami menjadi peserta JKN – KIS. Ketika melahirkan saya sudah tidak memikirkan jumlah biayanya,” ceritanya sambil sesekali melayani pembeli yang datang.

Ibu dua orang anak ini pun mengungkapkan bahwa manfaat yang diperoleh oleh keluarganya sangat besar semenjak terdaftar di kepesertaan BPJS Kesehatan beberapa tahun silam.

Anak sulungnya pernah dua kali di operasi. Ada benjolan di lehernya. Ia ingat sekali kata dokter waktu itu, katanya ada pembengkakan di kelenjar getah bening, seperti tumor jinak.

“Jika tidak segera dilakukan operasi, bisa tambah parah. Syukur ada JKN–KIS, saya tidak khawatir dengan biayanya. Pelayanan yang saya terima di rumah sakit juga sangat baik. Alhamdulillah, sekarang anak saya sudah sembuh,” Jelas Paizah.

Paizah mengatakan,  iuran yang dia bayarkan setiap bulannya tidak bisa dibandingkan dengan besarnya manfaat yang telah ia dan keluarganya terima selama ini. Ia juga masih menyayangkan bahwa masih saja ada orang yang berpendapat jika sia – sia membayar iuran tapi tidak pernah merasakan manfaatnya.

“Ya kalau bayar iuran tapi tidak pernah sakit kan harusnya kita bersyukur. Masih diberikan kesehatan sama Allah, bisa membantu yang kurang mampu juga kan. Gotong royong, kita bersedekah sehat dan menabung pahala,” tutur Paizah.

Di akhir pertemuannya dengan tim jamkesnews, Paizah mengharapkan bahwa program pemerintah JKN–KIS ini bisa menjadi semakin baik ke depan.

Ia juga menghimbau bahwa setiap peserta JKN–KIS harus tetap membayar kewajibannya demi melindungi anggota keluarganya dari kemungkinan terjadinya hal – hal yang tidak diharapkan.

ay/hd/Jamkesnews

Narasumber : Paizah