Sri Mulyani Jengkel Peserta BPJS Kesehatan Tak Bayar Iuran

Sri Mulyani
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;   BPJS Kesehatan yang mengelola program asuransi kesehatan yang menaungi seluruh masyarakat Indonesia, JKN-KIS, masih menderita defisit yang cukup besar.

Defisit hingga akhir tahun nanti diperkirakan makin membesar, yang mencapai Rp 28 triliun.

Tahukah anda apa yang menyebabkan BPJS Kesehatan tiap tahun mengalai defisit?

Salah satu penyebab defisit tersebut adalah peserta BPJS Kesehatan yang hanya mendaftar ketika sedang sakit. Namun setelah sehat mereka tak lagi mau membayar iuran.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyindir peserta BPJS Kesehatan yang tidak membayar iurannya secara ruttin itu.

“Banyak yang terjadi sekarang orang hanya beli kartu BPJS untuk jadi anggota pas mau masuk rumah sakit, habis itu dia nggak mau angsur lagi. Seolah itu sudah menjadi urusan Bu Menkeu deh kalau saya sakit tagihannya,” ujar Sri Mulyani di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Jumat (09/08) 2019.

Sri Mukyani berharap, masyarakat Indonesia yang sudah paham tentang pengelolaan keuangan ikut berpartisipasi dalam memberikan edukasi tentang pentingnya asuransi.

“Kita tetap berdoa, salat, puasa, kita tetap berharap. Tapi financial planning itu juga bentuk tanggung jawab kita untuk kepada diri sendiri maupun ke masyarkat apalagi ke anak cucu kita,” kata Sri Mulyani.

Rr/detik.com