Johariah mengaku dulu penjualan sate sampai berkilo-Kilo daging dan ikan yang di jual akan, tapi saat ini hanya ada satu dan dua saja pengunjung yang datang
SENGGIGI.lombokjournal.com — Kawasan wisata Senggigi Lombok barat yang dulunya menjadi primadona pariwisata Lombok kini cenderung tenggelam, bahkan kurang terdengar lagi gaungnya seperti kawasan wisata lainnya di Lombok.
Akibat kondisi ini para pedagang yg berjualan di sekitar kawasan tersebut terkena imbas dari sepinya kawasan wistawan tersebut.
Pasca bencana gempa yg terjadi beberapa bulan lalu, ditambah lagi harga tiket yg masih mahal serta penerapan bagasi berbayar berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan wisata ini.
Meskipun di akhir pekan tak nampak adanya wisatawan seperti dulu lagi.
Salah satu pedagang Sate Bulayak di pantai senggig Johariah mengatakan sebelum terjadinya bencana gempa bumi dan harga tiket mahal kawasan pantai Senggigi ramai pengunjung.
Bahkan sate bulayak yang ia jual pun selalu ludes terjual meski membuat dalam jumlah besar dibandingkan kondisi saat ini yang dirasa sangat jauh berbeda dibandingkan sebelumnya
“Kalau dulu sebelum Gempa sekarang sepi sekali walaupun di akhir pecan,” tuturnya
Johariah mengaku dulu penjualan sate sampai berkilo-Kilo daging dan ikan yang di jual akan, tapi saat ini hanya ada satu dan dua saja pengunjung yang datang.
Demikian pula pedagang di pasar seni Senggigi Lombok Barat, para pedagang juga mengeluhkan sepinya wisatawan yang datang berbelanja ke kawasan ini.
Akibat sepinya wisatawan berdampak terhadap pendapatan mereka akibat dampak dari harga tiket dan penerapan bagasi berbayar tersebut.
‘”Jika sebelum harga tiket mahal dalam sehari para pedagang mampu mengantongi 400 sampai 500 ribu per hari jika dibandingkan kondisi saat ini,” tutur Marzuki
Marzuki menambahkan jika dalam kondisi saat ini dagangannya tidak pernah Laku.
“Seminggu bisa dihitung berapa orang yang belanja,kadang juga pendapatannya kosong sama sekali,” tuturnya.
Pria yang mulai berjualan sejak Tahun 1997 ini hanya bisa pasrah dengan keadaan yang dihadapi saat ini.
Para pedagang di kawasan ini berharap kepada pemerintah daerah agar bisa mengadakan event pariwisata sehingga kawasan senggigi bisa kembali ramai, serta dapat menumbuhkan kembali sektor ekonomi yang hampir mati suri.
“Kalau bisa pemerintah membantu kita dengan mengadakan event yang bisa mendatangkan wisatawan,kalau bukan pemerintah tempat kita mengadu harus sama siapa lagi,” keluhnya.
AYA









