Kementerian Perindustrian Akan Bantu 100 Peralatan Kemasan Untuk UMKM

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Andi Pramaria
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Jika memang banyak yang minta bantuan, nantinya akan dianggarkan dari APBD. Sebab tidak semua dapat diajukan ke pusat

MATARAM.lombokjournal.com —  Dinas Perindustrian Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mensurvei masyarakat yang berhak selaku Penerima Program Harapan (PKH).

Hal itu terkait rencana penyaluran bantuan peralatan dari Kementrian Perindustrian (Kemenperin).

Survei dilakukan karena sebagaian dari penerima PKH ada yang memulai untuk berusaha. Kendati demikian Kemenperin memberikan peralatan agar dapat melanjutkan usahanya tersebut. Mengingat NTB tengah mengenjot pertumbuhan industri olahan.

“Sekitar 100 alat, dan kalau bisa untuk semua wilayah di NTB, jangan hanya kota Mataram saja,” tutur Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB,  Andi Pramaria, Rabu  (21/02).

Andi menjelaskan, ia akan melakukan survei agar bantua disalurkan dapat tepat sasaran. Kendati banyak bantuan diberikan namun, justru tidak dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat.

“Kalau dari kami itu modelnya permohonan. Siapa yang mau dan nanti itu akan kami ajukan ke pusat, mana yang belum mendapatkan bantuan peralatan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, bantuan alat yang berikan berupa alat pengepresan untuk pelaku usaha kecil olahan makanan.

Kendati setelah diberikan bantuan dana PKH tersebut, sebagian darinya menggunakan sebagai modal untuk memulai usaha. Maka dari itu Kemenperin mendorong agar usaha mereka dapat berkembang.

“Alat untuk pengepresan, masih sederhana. Karena memang selama ini mereka cuma pakai lilin untuk menutup kesaman olahannya,” terangnya.

Tidak hanya sebatas bantuan seperti peralatan pengepresan saja, ada juga sepeti mesin jahit dan peralatan perbengkelan,

“Perkiraan tidak lebih 20 biji mesin jahit, yang dibutuhkan. Sebelumnya kita survei dulu, kalau untuk bengkel itu lebih baik kita mensiosilasikan alat saja di butuhkan mereka,” ujar Andi.

Namun jika memang banyak yang minta bantuan, nantinya akan dianggarkan dari APBD. Sebab tidak semua dapat diajukan ke pusat.

Diakui Andi pihaknya ingin mengarahkan kementerian agar dapat memberikan bantuan untuk rumah kemasan. Mengingat kondisi mesin-mesin disana, tidak dapat digunakan, bahkan hanya ada satu saja yang berfungsi.

Untuk itu, para pelaku industri dan UMKM dapat mencentak ataupun membuat kemasannya melalaui rumah kemasan.

Termasuk usaha kecil yang menerima bantuan PKH, karena hal tersebut memudahkan mereka mendapatkan kesaman bagus dan produknya dapat bersaing dengan produk usaha besar lainnya.

“Tidak ada yang ribet kalau langsung ke rumah kemasan. Justru kita kasi mereka harga murah dan kita tidak ada mencari untung,” kata Andi.

AYA