Harga beras di NTB sendiri masih berada di bawah HET baik itu kualitas medium maupun premium
MATARAM.lombokjournal.com — Beras shacet yang beberapa waktu lalu sempat di lauching oleh Bulog Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), sejauh ini pemasarannya telah menyasar hingga pulau Jawa.
Mengingat beras shacet ini diperuntukkan untuk mempermudahkan masyarakat mendapatkan beras premium dengan harga lebih murah.
“jadi dia jenisnya itu beras premium yang di shacetkan. Tapi harganya murah hanya Rp2500/ shacet,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj Putu Selly Andayani,Sabtu (19/01)
Selly mengatakan, harga beras medium dan premium untuk di daerah pulau Jawa seperti Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi masih berada di atas Harga Eceren Tertinggi (HET). Sehingga daerah tersebut menerima kiriman beras dari NTB.
Maka dari itu di NTB sebagai percontohan, untuk produksi beras shacet, karena NTB merupakan swasembada beras.
“Maka dipakailah beras shacet kita. Jadi bentuk beras shacet nanti dari NTB asalnya, karena kita punya beras bertahannya sampai 14 bulan ke depan. Berarti stoknya banyak, maka dari itu kita menjadi percontohan beras shacet,” terangnya.
Menurutnya, beras NTB memiliki kualitas yang bagus, sehingga menjadi percontohan untuk memproduksi beras shacet.
Dimana distribusinya tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat NTB saja, namun beras tersebut dikirim ke daerah-dearah yang menjual beras medium dan premium dengan harga di atas HET.
Selain itu harga beras di NTB sendiri masih berada di bawah HET baik itu kualitas medium maupun premium.
“Itu kita harusnya bersyukur, berarti kualitas beras kita bagus makanya pecahan sedikit, di bawah 10 persen. Berarti itu kaya semacam beras premium, dan berasnya premium yang dijual dalam bentuk kemasan shacet,” jelasnya.
Sementara itu, beras shacet memang banyak dijual oleh pedagang-pedagang kecil di pasar. Karena beras tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa.
Selain itu, masyarakat dapat membeli dengan harga murah, karena beras shacet ini bisa konsumsi selama satu hari.
“Maksudnya bahwa masyarakat kalau mau membeli beras yang murah ada bentuknya shacet, itu satu shacet bisa di pakai untuk satu hari tiga kali makan, terutama untuk anak-anak kost dan bisa juga yang berangkat umroh dan haji membawa beras shacet,” pungkasnya.
AYA









