Seni  

Julio Docjar, Seniman Jalanan di Sao Paulo, Menggunakan Seni Sebagai Alat Perubahan Sosial.

Julio Docjar, seorang seniman jalanan dari Sao Paulo, menggunakan seni sebagai alat melakukan perubahan sosial [Al Jazeera].
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Karya seni bukan semata-mata kebutuhan ekspresi seniman. Bagi seniman jalanan di Sao Paolo Brasil, xeni menjadi bagian perjuangan menuntut keadilan dan perbaikan nasib masyarakatnya.

Itu bagian kisah dari seniman jalanan yang mengaktualisasikan pemahaman sosialnya di tembok-tembok kota (graffiti). Mereka dibesarkan dan merasakan kegetiran hidup di Sao Paulo, kota yang makin membengkak, berkembang menjadi metropolis dan bisa jadi akan tumbuh menjadi kota terbesar di Amerika.

Julio mengajak bersuara melalui seni untuk menuntut keadilan sosial
Julio mengajak bersuara melalui seni untuk menuntut keadilan sosial

Kota yang juga merupakan pusat dari raksasa kapitalis Brasil. Kota yang terus bergerak dan berubah, menciptakan kestabilan ekonomi bagi sebagian kalangan, tapi menciptakan penderitaan bagi banyak orang lainnya.

Konsekuensi  dari kota yang dinamis, makin menjamur kantong kemiskinan dan melonjaknya kejahatan dan korban ‘Cracolandia’, penggunaan narkoba ilegal. Julio Docjar adalah seniman grafiti yang berdedikasi untuk memperbaiki lingkungannya, dan ikut peduli membantu tetangganya mengatasi kesulitan-kesulitan hidup yang makin menghimpit.

Julio Docjar memulai dengan menyelenggarakan workshop (pelatihan) keliling tentang  gerakan seninya, kemudian menampung mereka di perumahan sederhana. Julio berdedikasi membantu mereka yang lemah di sekelilingnya untuk memperbaiki nasibnya.

Julio mengajak mereka bersuara melalui seninya untuk menuntut keadilan sosial. Agar terjadi perubahan, dan membuat nasib yang lemah berubah menjadi lebih baik.

 

Pandangan Film’s Maker

Guta Pacheco & Willem Dias

(Keduanya membuat film dokumentasi proses kreatif yang tengah dijalani Julio Docjar. Metreka membuat catatan tentang seniman jalanan itu)

Sao Paulo adalah kota yang sangat besar, sangat padat penduduknya, membuka peluang bagi para profesional dan karya budaya. Namun kota itu memiliki kesenjangan sosial yang ekstrim. Umumnya kalangan kelas atas biasa mengunci diri di kondominium yang berpagar mewah, sementara orang miskin diabaikan masyarakat dan ditinggalkan oleh pemerintah.

Guta Pacheco
Guta Pacheco

Pengabaian sosial ini dirasakan lebih dari 500.000 keluarga; yang tidak memiliki akses ke hak-hak dasar kewarganegaraan seperti pendidikan, kesehatan dan perumahan. Tapi keluarga-keluarga miskin umumnya tidak berusaha memerangi ketidakadilan itu, karena mereka tidak tahu apakah mereka mempunyai hak untuk menuntut itu.

Keluarga-keluarga miskin tidak bisa keluar kehidupan menyedihkan, karena peluang itu tertutup bagi mereka. Melihat kenyataan ini, dibutuhkan seseorang yang mengkombinasikan ideologi dan aksai nyata untuk memperbaiki martabat kalangan miskin

Willem Dias
Willem Diaskan untuk memperbaiki martabat kalangan miskin.

Kami menemukan karya seniman jalanan, Julio Dojcsar, begitu istimewa dan inspiratif. Julio lahir dan dibesarkan di ujung timur Sao Paulo, salah satu dari banyak lingkungan perkotaan yang bahkan tidak diurus oleh pemerintah. Rasanya tidak mudah untuk menemukan daerah ini,  sulit diakses tapi rumah Julio cukup dibanding rumah-rumah lain di lingkungannya.

Sejak usia dini, Julio belajar memerangi ketidakadilan sosial dari ayahnya, seorang tokoh masyarakat yang berpengaruh. Sebagai pemuda, ia bereksperimen mengekspresikan dirinya melalui seni.

Julio membawa seni jalanan dan kegiatan budayanya melibatkan masyarakat sekitarnya. Tujuannya memperkuat, mendidik dan mengintegrasikan orang-orang dari beberapa komunitas yang saling membutuhkan bantuan.

“Aku bukan seniman galeri,” kata Julio.

Sebab seni jauh lebih bersifat politis daripada sekedar bicara keindahan. Seni harus bisa mengganggu seseorang,  dan membawa orang itu menjauh dari kelambanan memahami ketidakadilan. “Jika seni tidak bisa melakukan itu, seni menjadi tidak berarti,” tegas Julio.

Dalam film ini, menggambar bagaimana seni jalanan menjadi alat ampuh untuk transformasi sosial, dan bagaimana tindakan sederhana bisa begitu berarti bagi banyak orang. Kami mengikuti seniman itu pada garapannya yang disebut “Pindah Rumah”, yang berlangsung di daerah pusat kota yang dikenal sebagai “Cracoland”.

Lingkungan itu adalah tempat di mana pecandu obat terlarang mengambil ‘barang’nya di tempat terbuka. , Sebagian besar keluarga telah ‘rusak’ dan membiarkan anak-anaknya mengembara sendirian di jalanan, di antara trotoar dan tumpukan sampah.  Ini adalah daerah dimana pergaulan berlangsung sangat keras

Kepekaan dan kekuatan moralitas Julio, juga cara berpikirnya menarik banyak orang. Tapi ia bersikeras, bahwa karyanya merupakan karya yang dikerjakan dengan banyak orang, terdiri dari seniman-seniman yang berkontribusi melakukan tindakan tertentu. Orang di lingkungan itu mengambil bagian sesuai kebutuhan garapan bersama itu.

Keterlibatan Julio sangat penting karena  menguatkan masyarakat lokal dan menumbuhkan rasa bangga dalam masyarakat.

Pembuatan film ini adalah pengalaman belajar yang besar bagi kami.

Roman Emsyair

(Sumber : Al Jazeera)