Selama Mei, Tingkat Penghunian Hotel di NTB Tumbuh Positif

HOTEL DI LOMBOK. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di NTB buklan Mei 2018 mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya (Foto: Ist/Net)
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada Mei sebanyak 162.455 orang, atau turun sebesar 6,05 persen dari April

MATARAM.lombokjournal.com —  Industri pariwisata, terutama perhotelan di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami pertumbuhan yang cukup positif selama Mei 2018.

Hal ini tergambar dari data statistik dari  Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB.

Ir. L. Putradi, Kepala Bidang Statistik Distribusi  BPS Provinsi NTB menyampaikan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di NTB pada Mei 2018 mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

“TPK Mei 2018 mencapai 54,06 persen, mengalami kenaikan sebesar 1,57 poin dibandingkan dengan TPK Hotel Bintang pada April 2018 yang sebesar 52,49 persen. Jika dibandingkan dengan TPK Mei 2017 sebesar 50,83 persen, berarti mengalami kenaikan sebesar 3,23 poin,” ujar Putradi dalam jumpa pers di kantor BPS Provinsi NTB, Senin (02/07).

Putradi merinci, rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada Mei 2018 tercatat 2,52 hari. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,52 hari dibandingkan dengan RLM pada April 2018 yang sebesar 2,00 hari.

Bahkan jika dibandingkan dengan RLM Mei 2017 sebesar 2,24 hari yang berarti juga terjadi sedikit kenaikan sebesar 0,28 hari.

“Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada Mei 2018 tercatat 73.155 orang yang terdiri atas 53.485 tamu dalam negeri (73,11 persen) dan 19.670 tamu luar negeri (26,89 persen),” katanya.

Untuk TPK hotel nonbintang pada Mei 2018 sebesar 29,17 persen mengalami sedikit penurunan 0,27 poin dibanding April 2018 dengan TPK sebesar 29,44 persen.

Namun, kata Putradi, angka ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan Mei 2017  sebesar 3,74 poin dari 25,43 persen.

Bahkan dengan RLM tamu di hotel nonbintang pada Mei 2018 sebesar 2,18 hari, mengalami kenaikan 0,35 hari dibandingkan dengan RLM pada April 2018.

“Kenaikan ini juga terjadi jika dibandingkan Mei tahun lalu dengan kenaikan sebesar 0,28 hari,” lanjutnya.

Putradi menambahkan, pertumbuhan positif industri perhotelan di NTB ditopang jumlah penumpang yang datang dan berangkat menggunakan angkutan laut pada Mei 2018 yang naik dibandingkan pada April 2018, masing-masing sebesar 50,24 persen dan 141,64 persen.

Namun, lanjutnya, peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi angkutan laut tidak diikuti moda transportasi angkutan udara.

Dalam catatan BPS NTB, jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada Mei sebanyak 162.455 orang, atau turun sebesar 6,05 persen dari April.

Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional juga turun sebesar 5,60 persen menjadi sebanyak 15.772 orang.

Penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang yang berangkat pada Mei melalui penerbangan domestik sebanyak 146 ribu orang, atau turun sebesar 11,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Hal yang sama terjadi pada jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional yang juga menurun sebesar 13,33 persen dari 13.926 orang menjadi 12.070 orang,” pungkasnya.

AYA