Umum  

Jaminan Hidup (Jadup) Korban Gempa Mulai Direalisasikan

Margo Wiyono
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Para penerima Jadup agar kontrol diri dan menggunakan dana tersebut sebaik mungkin meskipun jumlahnya tidak seberapa

MATARAM.lombokjournal.com — Realisasi Jaminan Hidup (Jadup) bagi para korban gempa bumi di NTB mulai disalurkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial RI merealisasikan Jaminan Hidup (Jadup)

Direktur Bhakti Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial RI, Margo Wiyono yang sebelumnya menjabat Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam mengatakan, pihaknya belum seluruhnya menerima usulan-usulan data korban yang akan menerima jadup di semua Kabupaten/Kota di NTB.

Ia menyebutkan, untuk tahap pertama baru sebanyak 11,4 miliar dana yang sudah dicairkan terdiri dari Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat.

“Untuk Kabupaten/Kota lainnya belum disalurkan, kami masih menunggu usulan-usulan data penerima dari pemerintah daerah setempat,” ungkapnya di Mataram, Jumat (12/07) 2019.

Gubernur Zulkieflimansyah

Ia menegaskan banyak proses yang harus dilalui terutama terkait Verifikasi data, tidak dapat dilakukan secara asal-asalan, karena jika salah sasaran satu saja bisa menjadi problem.

“Nah inilah yang harus kita hati-hati. Jangan sampai yang disana dapat yang disini tidak,” ungkapnya.

Ditekankan, agar pemerintah daerah bersama dinas instansi terkait untuk ikut melakukan verifikasi dan validasi data penerima jadup tersebut.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimasyah menekankan kepada para penerima Jadup agar kontrol diri dan menggunakan dana tersebut sebaik mungkin meskipun jumlahnya tidak seberapa.

“Hari ini ATM nya sudah bisa dicairkan, semoga penggunaanya bisa untuk kegiatan-kegiatan yang produktif, jangan sampai dipake untuk beli HP,” ujar Gubernur.

Ia mengatakan, pemerintah serius menunaikan janjinya meskipun diakui ada keterlambatan karena lambanya proses administrasi.

“Kita melihat pemerintah serius ya walaupun ada keterlambatan karena memang prosedur administrasinya kadang-kadang enggak mudah tapi kita menjadi saksi betapa pemerintah menunaikan janjinya,” kata gubernur

AYA/Hms NTB