Jika fasilitas pertanian yang diberikan Pemda bisa difungsikan sesuai dengan manfaatnya, tidak menutup kemungkinan KLU akan berkembang dan terwujud nyata sebagai daerah Agrowisata
BAYAN. Lombokjournal,com — Bantuan alat mesin pertanian diserahkan Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH kepada kelompok tani di Dusun Batu Keruk Desa Akar-akar, Rabu (23/10) 2019.


Bupati H. Najmul Akhyar yang didampingi Asisten II Ir. Hermanto, sebelumnya juga meresmikan embung di Batu Keruk, untuk mewujudkan daerah agrowisata pertanian di Kabupaten Lombok Utara.
Bupati H. Najmul di depan kelompok tani menyampaikan, hari ini (Rabu, 23/10), momen bagi pemerintah meluncurkan kran.
Peluncuran kran yang perdana itu diselenggarakan dan termasuk satu lompatan.
“Pemerintah Provinsi NTB terobsesi menjadikan Lombok Utara sebagai daerah industri pertanian di bumi Gora,” kata bupTI.
DIharapkannya, fasilitas yang diberikan pemerintah seperti alat-alat mesin pertanian tersebut pasti sudah dipikirkan terlebih dahulu manfaatnya bagi masyarakat. Karena sudah diperhitungkan dengan matang oleh konsultan perencana.
“Jadi saya sangat menyayangkan ada warga pada kelompok pengguna irigasi teknis, ada yang tidak setuju dan keluar,” ujar bupati.
Ditambahkan bupati, fasilitas pertanian yang diberikan tersebut berbiaya cukup mahal. Ia mengajak warga penerima manfaat untuk bersyukur lantaran ada embung penampung air.
Air di dalamnya akan menetes sehingga nantinya bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sesuai peruntukannya. jika fasilitas pertanian yang diberikan Pemda bisa difungsikan sesuai dengan manfaatnya, tidak menutup kemungkinan KLU akan berkembang dan terwujud nyata sebagai daerah Agrowisata.
Bupati Najmul memberi contoh, kampung coklat Senara Desa Genggelang, wilayah perkebunan setempat yang telah dijadikan agrowisata edukasi.
Kelompok Tani Kampung Cokelat terbukti sukses karena berhasil mendapat juara 1 tingkat nasional, kebanggaan yang luar biasa bagi daerah. Ia berharap kelompok tani setempat bisa meniru jejak sukses kelompok tani Senara.
“Harapan saya sekali lagi manfaatkan ini dengan sebaik-baiknya,” kata bupati.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU, Ir. H. Nanang Matalata melaporkan, embung yang diresmikan itu salah satu embung yang dibangun tahun 2019 dari total embung yang ada.
Dalam anggaran DAK saja, total embung hampir 6 unit. Embung yang diresmikan itu termasuk salah satu embung yang dibangun dari dana pusat dengan kapasitas tampung kisaran 500 kubik debit air.
Mantan Asisten I ini mengungkapkan, sumur bor yang ada hingga saat ini sekitar 100 unit lebih tetapi yang telah dimanfaatkan secara optimal baru 25 unit.
“Seandainya sumur bor dimanfaatkan secara maksimal sebelum hujan turun untuk satu kali panen saja, bisa mengairi sampai 15 hektar sawah. Ke depan sumur-sumur bor tersebut kemungkinan akan kita optimalkan,” katanya.
Di tempat sama, Ketua Kelompok SPB 131 Marjuni menguraikan, embung di Dusun Batu Keruk Desa Akar- Akar itu dibangun dengan sumber dana dari APBN tahun anggaran 2019 dengan pagu dana 120 juta rupiah.
Dan embung yang diresmikan itu menghabiskan dana sejumlah 150 juta rupiah.
Marjuni menceritakan, embung pertanian pada kelompok tani setempat dibangun dengan cara swakelola dan dikerjakan oleh anggota kelompok tani secara gotong royong. Ukuran panjang 12 m x 30 m dan kapasitas daya tampung 572 m kubik.
Luas lahan yang dialiri diproyeksi sekitar 22 hektar dengan pemanfaat sebanyak 23 kelompok tani.
Selain fungsi utama sebagai irigasi pertanian, sambung Marjuni, embung tersebut ke depannya diharapkan bisa menjadi obyek agrowisata tanaman pangan dan hortikultura.
“Harapan kami supaya Pemda memberi bantuan perpipaan. Pun di tempat lain kami juga berharap supaya dibangunkan embung seperti ini. Dan tolong dicairkan dana KUR, kami mengharapkan bantuan bapak bupati,” katanya.
Rangkaian acara diakhiri dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan kran embung, serta penyerahan bantuan alat pertanian mesin oleh Bupati Najmul kepada kelompok tani SPB 131.
sta/humaspro









