Pasca Gempa, Banyak Pengusaha Menutup Toko

PUSAT PERBELANJAAN DI MATARAM; bencana gempa bumi berdampak banyak pengusaha-pengusah terpaksa menutup usaha tokonya. (Foto; IST)
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Situasi kembali normal dalam waktu dekat, karena saat ini banyak masyarakat membutuhkan beberapa keperluan baha pokok

MATARAM.lombokjournal.com – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Ketut Wolini membenarkan, bencana gempa bumi berdampak banyak pengusaha-pengusah terpaksa menutup usaha tokonya.

Namun Apindo terus memantau beberapa toko-toko yang tutup dan memberikan dukungan serta memberikan perhatian pada pengusaha agar dapat kembali membuka usahanya.

“Ya melemah sekarang ekonominya pasca gempa kemarin. Tetapi kami dari Apindo terus memantau pengusaha ini mulai dari Ampenan sampai Cakra, kita cek semua kemarin,” tutur Ketua APINDO, Ketut Wolini, Rabu (08/08).

Dorongan diberikan kepada pengusaha untuk tetap melanjutkan usaha mereka. Meskipun banyak yang masih merasa takut untuk membuka kembali toko, karena kondisi belum kondusif. Padahal diperkirakan daya beli masyarakat ketika gempa semakin meningkat.

“Kita APINDO mengajak mereka untuk buka kembali, dilihat juga sekarang daya beli masyarakat ini naik setelah gempa,” terangnya.

Ia menjelaskan, jika terjadinya penurunan ini tidak akan lama, dan perekonomian segera bergerak dinamis. Jika sudah banyak toko buka, maka sektor riil kembali menguat.

Wolini memperkirakan situasi kembali normal dalam waktu dekat, karena saat ini banyak masyarakat membutuhkan beberapa keperluan baha pokok.

“Kejadian ini mungkin hanya 4 hari saja, dan nanti akan kembali normal lagi. dan sekarang ini masyarakat pasti banyak yang ingin membeli kebutuhan, keperluan  mereka banyak,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua Kamar Dagangan Provinsi NTB, Hery Prihatin mengatakan, bencana alam ini tidak dapat diprediksi dan hal ini juga merupakan siklus alam yang sering terjadi. Jadi tidak bisa menyalahkan alam, karena perekonomian melemah dapat sebagai acuan untuk para pengusaha bangkit lagi.

“Ya kita terima saja, yang penting bagaimana mereka ini bangkit lagi,” ujar Hery.

Ia menuturkan, ambil positifnya dari kejadian tersebut. dimana satu sisi bencana alam ini juga bisa mendatang lapangan pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi NTB akan kembali lagi perkembangan.

“Di satu sisi membawa berkah dimana proyek-proyek  ini nanti akan membangun rumah lagi, dan banyak lapangan pekerjaan,” katanya.

Hery berharap dapat mengambil sisi positif dari kejadian ini, sebagai bentuk kebangkitan kembali dan berbenah.  Seperti di pariwisata, kita bisa berbenah apa saja yang kurang dari segi fasilitasnya.

“Mungkin karena kurang saran dan prasarana pos majornya kurang dan pelataran untuk emergency, termasuk  standar bangunannya juga,” tandasnya.

AYA