“Program dari BPJS Kesehatan ini adalah program yang sangat bermanfaat. Dengan prinsip gotong royong, orang-orang tidak mampu pun dapat berobat gratis di puskesmas ataupun rumah sakit”
lombokjournl.com —
SELONG ; Maskam (39), mantan Kepala Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, yang merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di pulau Lombok.
Maskam yang ditemui kala itu datang ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Selong itu untuk mengurus perbaikan nama istrinya yang ada di kartu JKN-KIS.
“Saya jauh-jauh datang dari Ketapang Raya untuk memperbaiki nama istri saya yang salah di kartu JKN-KIS. Istri saya mau melahirkan di rumah sakit, jadi harus segera di urus, Berkas-berkasnya juga sudah saya siapkan. Saya dari dulu sudah biasa mengurus hal-hal seperti ini, waktu itu saya masih jadi kepala desa, saya yang biasanya ngurus keperluan warga-warga terkait BPJS Kesehatan. Mendaftarkan peserta, melaporkan ada yang salah nama, atau ada yang mau pindah fasilitas kesehatan,” ungkap Maskam.
Menurutnya, Masyarakat di Desa Ketapang Raya masih ada yang belum mengetahui tentang program JKN-KIS. Maskam selaku kepala desa tergerak untuk membantu warga di desanya untuk lebih mengenal program JKN-KIS.
“Masih ada mbak yang tidak paham bagaimana mengurus kalo ada yang keliru identitasnya, maklum tempatnya jauh dari sini. Kasian juga yang tidak punya kendaraan, harus bayar lebih besar untuk bisa pergi, itupun mereka belum tentu tahu bagaimana cara mengurusnya. Alhamdulillah saya yang masih sehat dan masih diberikan kesempatan untuk bisa datang ke sini. Makanya saya inisiatif membantu mereka,” lanjutnya.
Maskam mengungkapkan program dari BPJS Kesehatan ini adalah program yang sangat bermanfaat. Dengan prinsip gotong royong, orang-orang tidak mampu pun dapat berobat gratis di puskesmas ataupun rumah sakit.
Terkait program tentang JKN-KIS, tidak hanya pihak BPJS Kesehatan atau fasilitas kesehatan yang gencar melakukan sosialisasi, tetapi dari pihak pemerintahan desa sampai dusun pun harus tergerak untuk melakukannya. Agar warga di daerah pelosok dapat memahami pentingnya program ini dan sekaligus dapat merasakan manfaatnya.
“Saya berharap, untuk ke depannya masyarakat lainnya harus memperhatikan identitas yang tertera pada kartu JKN-KIS. Kalau ada yang salah cetak atau keliru bisa diperbaiki secepatnya, tanpa harus menunggu sakit untuk menggunakan kartu tersebut, kan jadinya butuh waktu lebih lama untuk memperbaikina. Yang penting saat kartu JKN-KIS digunakan ketika sakit, sudah tidak ada kendala yang berarti,” tutup Maskam pada akhir ceritanya pada tim Jamkesnews.
ay/ys/jamkesnews
Narasumber : Maskam









