Jangan Kaget, Siapa Presiden Pilihan Pengusaha 

Nama calon Presiden sudah mengerucut dua nama

ilustrasi ! Deklarasi Ganjar Pranowo / Foto: IST
image_pdfSimpan Sebagai PDFimage_printPrint

Ini jangan kaget, beberapa pengusaha sudah menyebut langsung nama Calon Presiden

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Siapakah calon Presiden RI tahun 2024 yang jadi favorit para pengusaha Indonesia?

Memang banyak nama Calon Presiden yang digadang-gadang Partai Politik. Sebelum usai masa jabatan periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja, bursa Calon Presiden dipenuhi dugaan-dugaan nama dari berbagai kalangan.

Namun kini sudah ada dua nama calon presiden yang telah diumumkan.

BACA JUGA: IronMan 70.3 Lombok,NTB Destinasi Sport Tourism Dunia 

Mereka di antaranya adalah Anies Baswedan yang mendapat dukungan dari partai Nasdem, dan yang terbaru Ganjar Pranowo yang mendapat dukungan dari PSI untuk maju di Pemilu 2024.

Tentu saja para pengusaha punya pandangan sendiri tentang figur yang dinilai pantas masuk panasnya persaingan para ‘calon penerus’ Jokowi.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang perdagangan Kadin Benny Soetrisno berharap, nantinya akan lahir pemimpin yang mampu mengakomodasi dunia usaha.

“Presiden yang mau mendengar dan memberikan ekosistem berusaha, karena belanja negara APBN & APBD sumber utama dari pajak,” ujarnya seperti dilansir CNBC Indonesia, belum lama ini.

Karena nama calon itu sudah mengerucut pada dua nama yakni Anies dan Ganjar, pengusaha senior itu pun menyebut nama calon presiden pilihannya sejak saat ini.

“Kalau objective dari dua kandidat tersebut tentu saya memilih Ganjar, kebetulan usaha saya banyak di Jawa Tengah dan Ganjar deliver apa yang sudah di sepakati atau dijanjikan,” kata Benny yang juga Presiden Direktur PT Apac Inti Corpora.

Benny pun menyampaikan, siapa pun yang akan terpilih sebagai Presiden, maka bakal menghadapi sejumlah tantangan di depan mata. 

Apalagi kondisi saat ini masih dipenuhi ketidakpastian.

“Kestabilan ekonomi menjadi syarat mutlak kestabilan Politik Demokrasi, daya beli masyarakat harus di jaga dengan berbagai bantuan sosial, sehingga putaran aktivitas ekonomi terjaga,” kata Benny.

Melihat pengalaman Pemilu 2014 dan 2019, dunia usaha sempat terguncang akibat ketidakpastian adanya Pemilu. 

BACA JUGA: Andy Wibowo The Firs Male Finisher IronMan 70.3 Lombok

Namun, itu menjadi momentum belajar bagi dunia usaha untuk bersiap-siap dalam mengantisipasinya.

“Antisipasi dalam bentuk koordinasi dan kolaborasi rutin dengan Pemerintah (peraturan / kebijakan) melalui Kadin dan Apindo,” ujar Benny. ***