Gubernur NTB, Bang Zul meresmikan tiga pabrik yaitu Feedmill (pembuatan pakan ternak), Corn Seeds (Penyediaan Benih Jagung) dan Corn Dryer (Pengering Jagung)
MATARAM.LombokJournal.com ~Gubernur NTB, Bang Zul meresmikan tiga pabrik pengolahan jagung sekaligus. Ketiga pabrik tersebut adalah Feedmill (pembuatan pakan ternak), Corn Seeds (Penyediaan Benih Jagung) dan Corn Dryer (Pengering Jagung), Kamis (14 September 2023).
Ketiga pabrik itu di bawah naungan PT. TAZA Industri Internasional yang beroperasi di kawasan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB,
Bang Zul mengatakan, program industrialisasi yang terus didorong Pemerintah Provinsi NTB kian berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Salah satu tujuan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat NTB.
“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan 3 pabrik sekaligus di BRIDA NTB yaitu Corn Seeds, Corn Dryer dan Feedmill. Industrialisasi itu, perubahan cara berpikir agar kita tidak menjual bahan mentahsaja, klta harus olah di sini,” tegas Bang Zul saat memberikan sambutan pada peresmian tiga pabrik tersebut.
Bang Zul menyampaikan dirinya optimis industri pakan ternak akan berkembang pesat di NTB, mengingat NTB merupakan salah satu penghasil jagung terbesar. Masyarakat maupun pemerintah harus berani mengambil langkah berani di melakukan pengolahan langsung di daerah, tidak mengirim ke luar dalam bentuk mentah.
Bang Zul berharap, hadirnya ketiga pabrik pengolahan jagung ini akan terus memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan membukan lapangan pekerjaan baru. Untuk itu, hadirnya para investor merupakan salah satu untuk mendukung kemajuan industrialisasi di NTB.
“Investor jangan kita persulit, kita carikan lahan murah, kita bantu perizinan, dan lainnya, agar mereka nyaman di sini,” terangnya. ***
Gubernur Bang Zul Dorong Hutan Industri Diperluas
Menurut Bang Zul, industrialisasi yang memanfaatkan lahan hutan dengan produknya dapat bersama sama dengan upaya pelestarian hutan yang ada
MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang biasa disapa Bang Zul membuka rapat koordinasi percepatan perhutanan sosialyang dihadiri seluruh pemangku kebijakan se NTB, di Hotel Golden Palace, Mataram, Senin (04/09/23).
Menurut Bang Zul, perluasan perhutanan sosial di Nusa Tenggara Barat diharapkan tidak saja bertambah dan menggerakkan sektor ekonomi melalui industrialisasi. Namun secara bersamaan memelihara hutan dengan cara produktif.
“Di negara maju bukan tidak boleh menebang hutan. Tapi ada strategi agar keseimbangan terjaga dan menghasilkan secara ekonomi bagi masyarakat,” ujar Bang Zul.
Bang Zul mengatakan, yang utama dari strategi perluasan dan pengelolaan hutan sosial, bagaimana menggerakkan semua pihak agar bekerja nyata.
Dari sisi industri, menurut Bang Zul, peta jalan industrialisasiyang memanfaatkan lahan hutan dengan produknya dapat secara bersama sama diwujudkan oleh pemerintah dan masyarakat.
Strateginya, perluasan hutan yang tidak mengurangi namun bahkan melestarikan hutan yang ada.
Rahmat Sabari, perwakilan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) mengatakan, telah ada 82 ribu Ha perhutanan sosial di NTB dari target nasional 285 ribu Ha di tahun 2030.
Ditambahkannya, sepertiga dari kawasan hutan NTB akan dialokasikan untuk pengembangan kawasan perhutanan sosial untuk menjawab persoalan lingkungan dan masyarakat pesisir hutan.
Dalam masterplan kawasan pengembangan hutan terpadu NTB, yang sedang berproses adalah kawasan Mandalika, Kabupaten Bima dan Dompu dengan pendekatan mitigasi.
“Nantinya strategi pengelolaan hutan sosial dengan pendekatan industrialisasi akan bersinergi dengan program program dinas”, jelasnya.
Hadir pula perwakilan kabupaten/kota, Kepala BPSK Jawa, Bali, Nusra, Kadis LHK dan stakeholder non pemerintah lainnya.***
NTB Mall Pasarkan Produk Lokal NTB di Malaysia
Hadirnya lapak NTB Mall di Strand Mall Malaysia, mendekatkan produk unggulan UMKM NTB dengan pasar Malaysia
MALAYSIA.LombokJournal.com ~Kehadiran NTB Mall di negeri jiran Malaysia merupakan komitmen Pemprov NTB untuk memajukan dan memfasilitasi UMKM NTB dengan memperkenalkan berbagai produk unggulannya.
Wakil gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengungkapkan itu saat melaunching lapak NTB Mall di Malaysia bertempat di Strand Mall, Jum’at (01/09/23).
“NTB Mall adalah wujud hajat kami dalam menaikkelaskan produk UMKM lokal, tidak hanya di NTB atau Indonesia namun harus dikenal diseluruh dunia,” Wagub NTB.
Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi itu menambahkan, semua produk di NTB Mall adalah karya atau produksi asli dari para pelaku UMKM binaan Pemprov NTB, seperti tenun, mutiara yang selanjutnya perlu layak mendapatkan pasar hingga keseluruh dunia termasuk Malaysia.
Selanjutnya Wagub berharap, kerjasama kedua negara dalam bidang perdagangan ini dapat mempererat hubungan kedua negara.
“Mudah mudahan hadirnya NTB Mall semakin mendekatkkan NTB dengan Malaysia, apalagi Lombok Malaysia sudah ada direct flight 2 kali sehari, maka semakin mudah,” katanya.
Sebelumnya CEO Encorp Bhd, Hazurin kagum atas komitmen Pemprov NTB dibawah pemerintahan Gubernur NTB, Bang Zul dan Wagub Ummi Rohmi yang komit mempromosikan produk NTB di luar negeri.
Pemprov NTB dinilai sangat cerdas memanfaatkan peluang dan cepat dalam bertindak.
“Kehadiran NTB Mall di Malaysia merupakan pertama tahniah dan selamat datang”. ucapnya.
Sementara itu, CEO NTB Mall Indah Purwanti menyebut untuk launching kali ini ia melibatkan 150 UMKM lokal dengan berbagai produk unggulan serta turunannya seperti tenun, ketak, hingga kuliner.
“Ini langkah kita untuk go global produk lokal NTB, apalagi taste kita sama melayu. InsyaAllah prospek kedepan kita bagus,” jelasnya.
Selain dihadiri para buyer Malaysia turut hadir dalam acara tersebut perwakilan KBRI serta masyarakat Indonesia yang ada di negara jiran tersebut. ***
UMKM Sasar Pasar Malaysia dan Singapura
Produk UMKM NTB beserta turunannya banyak diminati negara tetangga Malaysia dam Singapura, termasuk produk olahan
SINGAPURA.LombokJournal.com ~ Pemerintah NTB melalui misi dagang berencana memfasilitasi pelaku Usaka Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) NTBuntuk menyasar berbagai produk unggulannya ke buyer di luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura.
Potensi NTB untuk untuk memasarkan produk unggulanUMKM sangat besar.
“Kita diminta mengirim sample dulu karena ada beberapa komoditi kita seperti tenun serta mutiara sangat di minati terutama di singapura,” tandas Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti, M.AP di Singapura, Kamis (31/08/23), seperti dilaporkan Tim Publikasi Dinas Kominfotik NTB langsung dari Singapura.
Nelly menambahkan, selain produk unggulan UMKM seperti tenun dengan turunannya, produk yang juga banyak diminati yang peluang pasarnya menjanjikan di negara seperti Malaysia dan Singapura adalah produk olahan ikan (seafood).
“Ternyata permintaan produk olahan ikan banyak diminati, kami berharap pasar baru ini bisa dimaksimalkan para pelaku UMKM kita,” kata Nelly.
Atase Perdagangan Singapura Billy Anugrah mengungkapkan, misi dagang ke Malaysia dan Sngapura yang digagas oleh Pemprov NTB sangat tepat, karena kebutuhan pasar di Malaysia tidak berbeda jauh dengan Indonesia.
“Mengingat di Malaysia mayoritas Pekerja Migran Indonesia(PMI), jadi standar market tidak berbeda jauh dengan indonesia. Dan sangat pas menawarkan produk olahan makanan. Sedangkan di singapura yang merupakan negara transit kita mendorong lebih kepada private lebel corporationnya dimana produksi dan outsourcing barangnya dari indonesia,” jelas Billy.
Tidak hanya itu, Billy juga menyarankan agar para pengusaha lokal NTB jangan takut membuka kerjasama walapun bentuknya private label. bila para pengusaha tersebut ingin bersaing sekelas pasar singapura.
“Jangan takut. Ambil saja jika ada tawaran walau bentuknya private label. Karena peluang permintaan produksi besar dan serta jaminan kontrak jangka panjang pasti diberikan,” ingatnya.
Untuk diketahui, misi dagang tersebut dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 1-3 September 2023 dan rencananya akan dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah bertempat di Strand Mall Kuala Lumpur Malaysia. ***
Taiwan Jajaki Kerja Sama dengan Provinsi NTB
Kerja sama NTB dan Taiwan bisa dilakukan seperti di sektor Kebudayaan dan Pendidikan, Perdagangan dan Perekonomian serta Pariwisata dan lainnya
MATARAM.LombokJournal.com ~ Taiwan menjajaki kerja sama dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam berbagai bidang, seperti bidang Kebudayaan dan Pendidikan, Perdagangan dan Perekonomian serta Pariwisata dan lainnya.
Hal itu diungkapkant Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah menerima silaturahmi Isaac Chiu, Director General Taipei Economic and Trade Office Surabaya (TETO Surabaya) yang menjajaki kerja sama, di Pendopo Gubernur, Senin (28/08/23).
“Pemerintah provinsi tentu sangat menyambut baik kunjungan, dan kerja samadengan Taiwan bukan permulaan, sudah pula kita lakukan seperti beasiswa S3 di salah satu universitas disana,” jelas Gubernur NTB.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB memaparkan beberapa potensi NTB kerja sama seperti sektor pertanian, tambang dan pendidikan seperti beasiswa dan kerjasama technopark.
Isaac Chiu, Director General Taipei Economic and Trade Office Surabaya (TETO Surabaya) mengatakan, pihaknya melihat peluang besar kerja sama itu mengingat jumlah tenaga kerja Indonesia di Taiwan sebanyak 35 ribu orang. Dan mahasiswa Indonesia disana sebanyak 17 ribu lebih.
Selain itu neraca perdagangan kedua negara yang terus meningkat memungkinkan kerja sama bisnis dilakukan.
“Kami akan menjajaki kemungkinan kerja sama bisnis dengan NTB tidak saja dalam pengiriman tenaga kerja”, ujarnya.
TETO adalah Kantor Perwakilan Pemerintah Taiwan yang kedua di Indonesia dengan fungsi utama adalah melayani visa untuk tenaga kerja Indonesia, visa kunjungan umum, visa pelajar, dan juga membantu para pengusaha Taiwan yang berada di Surabaya dan sekitarnya.
Hadir pula dalam pertemuan, Kadis Perindustrian, Kadis Dikbud dan KA Brida.***
NTB Ekspor Komoditi Vanili ke Amerika
Gubernur NTB, Bang Zul senang orang lokal NTB sudah mampu ekspor Vanili senilai 3 miliar
MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah melakukan pelepasan EksporKomoditi Vanili Organik ke United State of America (USA), di Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Mataram (28/08/23).
Ekspor komoditi Vanili ke Amerikan ini memiliki nilai sebesar 3 miliar atau setara 2,360 ton vanili organik.
Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB mengaku senang, karena ekspor Vanili ini menularkan produk turunan yang lain yang akan memancing ekspor-ekspor produk yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Menurut Bang Zul, ekspor ini penting karena memaksa untuk belajar dengan kualitas. Sebab para omportir tidak ada toleransi kalau tidak sesuai dengan kualitas, dab tidak akan diterima.
“Kita harus mengapgrade kemampuan dan tehnologi. Dengan adanya feedback inilah sehingga memaksa untuk meningkatkan kinerja kualitas di pasar global,” katanya.
Sementara itu, Kepala Deputi Perwakilan Bank Indonesia NTB, Ahmad Fauzi menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada stakeholder yang menangani kegiatan ekspor dan tim genjot ekspor.
“Semoga tim genjot ekspor mampu meningkatkan nilai dan volume transaksi ekspor dari provinsi NTB,” katanya.***
Gubernur NTB Bang Zul Dorong Ekonomi Kreatif Berkembang
Gubernur NTB hadiri rembuk komunitas industri NTB wadah pertukaran inovasi antar komunitas industri
MATARAM.LombokJournal.com ~Gubernur NTB (Nusa Tenggara Barat) Zulkieflimansyah menegaskan, industrialisasi dapat berkembang dengan terus belajar.
“Belajar yang sesungguhnya adalah dengan forum berbagi seperti ini. Tidak saja tentang bagaimana menemukan produk kreatif lainnya untuk dikembangkan tapi juga bekerjasama mengatasi kendala bisnis yang ada,” kata Gubernur NTB yang biasa disapa Bang Zul.
Ia mengatakan saat menghadiri kegiatan Rembuk Komunitas IndustriNTB sebagai wadah komunikasi, kolaborasi, diskusi, dan pertukara gagasan serta inovasi antara komunitas dengan pemerintah, maupun komunitas dengan stake holder lainnya, di Hotel Lombok Plaza Mataram, Sabtu (26/08/23).
Khusus ekonomi kreatif, Gubernur NTB berpesan pada anggota KOIN (Komunitas Industri NTB) agar cerdas memanfaatkan perkembangan teknologi maupun bisnis dunia, yang kecenderungannya makin banyak diminati dan digeluti kaum milenial.
Kepala Dinas Perindustrian, Nuryanti mengatakan, forum ini dihajatkan agar para pelaku industri dan industri kreatif selain saling bertemu. Dan membuat terobosan kreatif juga agar dapat mendukung industrialisasi NTB yang telah dibangun sejak lima tahun terakhir.
“Karena para pelaku industri kreatif yang bergabung di KOIN ini masih merasa bekerja sendiri sendiri,” ungkap Yanti.
KOIN sendiri adalah komunitas pelaku industri kreatif yang beranggotakan mulai dari pelaku teater, fotografer, musik, multimedia, kuliner, youtuber dan konten kreator sampai dengan industri 4.0.
Ketua KOIN, Arta Sasmita mengatakan telah terdaftar 140 komunitas pelaku ekonomi kreatif dan telah memiliki program pengembangan yang komprehensif.
“Kami juga menggunakan open investment dan secure funding lainnya serta melakukan treatment untuk mengetahui posisi bisnis masing masing komunitas di pasar,” jelasnya.
Ditambahkannya, nantinya akan ada pula Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) sebagai wadah formal untuk pengembangan komunitas pelaku ekonomi kreatif dalam hal manajerial dan marketing yang lebih luas. (*)
Ayo Gempur Rokok Ilegal, Ini Ajakan Pemprov NTB
Pemerintah Provinsi NTB melalui Biro Perekonomian Setda Pemprov NTB mengajak masyarakat menggempur peredaran rokok ilegal
MATARAM.LombokJournal.com ~Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, melalui Biro Perekonomian Setda NTB bersama kantor Bea Cukai Mataram terus berupaya menggempur peredaran rokok ilegal.
H Wirajaya
Tidak hanya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) namun juga melakukan sosialisasikepada masyarakat luas untuk bersama sama menggempur peredaran rokok ilegal khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Kepala Biro Perekonomian Setda NTB Drs.H. Wirajaya Kusuma, MH menghimbau agar masyarakat harus ikut menjadi garda terdepan dalam memutus peredaran rokok ilegal dengan tidak menjual hingga memproduksi rokokyang tanpa cukai.
“Tentu harapan kami masyarakat harus menjadi ujung tombak dalam pemberantasan rokok ilegal ini, dengan tidak menggunakan, menyimpan menjual apalagi membelinya,” ungkap Wirajaya.
Ia mensosialisasi gempur rokok ilegal itu dirangkai dengan senam massal di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Jum’at (25/08/23).
Ditambahkan Wirajaya, maraknya peredaran rokok ilegal, akan berdampak pada pendapatan daerah serta merugikan negara.
Ia berharap setelah kegiatan tersebut, semua pihak harus merapatkan barisan dalam upaya menghempur peredaran rokok ilegal.
“Tahun ini daerah mendapatkan sekitar 400 miliar melalui dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBCHT), saya harap dengan kolaborasi bersama tahun depan akan meningkat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama perwakilan Bea Cukai Mataram Adi Cahyono menjelaskankan, beberapa tips agar masyarakat mengenali rokok tak ber cukai atau ilegal. Ia menyebut salah satu ciri rokok ilegal yang mudah dikenali yakni tidak menggunakan pita cukai, menggunakan pita cukai bekas/palsu dan terakhir menggunakan pita cukai beda.
“Biasanya akan ketahuan dari jumlah isi batang, proses pembuatan tidak menggunakan sigaret kretek tangan ( SKT) melainkan Sigaret Kretek Mesin(SKM), serta tidak tercantum perusahaan yang memproduksi,” jelas Adi.
Selain itu Adi juga menambahkan dari sisi perusahaan yang memproduksi rokok yang legalharus memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).
“Sudah jelas, harapannya nanti ketika ada yang coba menawarkan maka kita semua bisa menjawab dengan alasan yang tepat melalui ciri-ciri yang telah dijelaskan,” ungkap Adi.
Empat kiat sukses yang disampaikan Wagub NTB yakni bersungguh sungguh, disiplin, bekerja keras dan mau belajar serta bekerjasama.
Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Nusa (Wagub) Tenggara Barat, Hj Sitti Rohmi Djalillah, dalam kuliah umum kewirausahaan di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram (FKIP Unram), di kampus FKIP Unram Mataram, Selasa (22/08/23).
Dipaparkan Wagub NTB, kesungguhan menjadi sikap mental yang pertama karena setiap pengusaha sukses tak pernah takut dengan tantangan dan kegagalan. Lantas kedisiplinan dibutuhkan agar setiap kesempatan dan waktu yang tersedia dimanfaatkan dengan produktif.
Hal terakhir tersebut, menurut Wagub NTB, berkaitan dengan sikap mental berikutnya yakni bekerja keras dan terus belajar.
“Era digital sekarang berbeda dengan dulu karena dunia tak lagi punya sekat untuk mengenalkan produk tanpa harus memiliki bangunan lapak atau toko,” jelas Wagub NTB. Karena itu kreativitas menjadi penting sebelum yang terakhir sikap mentalmengajak orang lain bekerjasama untuk membangun jaringan.
Dalam kuliah umum yang dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan tersebut juga dihadiri pemateri dari Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI) NTB yang bekerjasama dalam pengembangan produk produk milik pengusaha milenial seperti mahasiswa terutama dalam kegiatan seminar dan workshop.
Hadir pula mendampingi Wagub, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM dan para pejabat FKIP Unram. ***
Pasar Tradisional Tak Boleh Tergerus Zaman
Rannya Agustyra Kristiono ungkapkan potensi pasar tradisional di Lombok sangat besar untuk mendukung pariwisata
MATARAM.LombokJournal.com ~Pasar tradisional di Indonesia, termasuk di Lombok, kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan buah, sayur-sayuran telur, daging, kain, pakaian, dan semacamnya.
Bagi banyak orang, keberadaan pasar tradisionalmenjadi hal yang lazim dari waktu ke waktu, politisi muda Gerindra, Rannya Agustyra Kristiono punya pandangan lain.
Rannya Agustyra Kristiono menyusuri pasar tradisional
Menurut Rannya, potensi pasar tradisional strategis dalam menggerakan perekonomian masyarakat dan daerah. Apalagi jika revitalisasi dan kolaborasi pasar tradisional dengan sektor pariwisata bisa dilakukan.
“Saat ini kan, setidaknya sudah ada 8 pasar tradisional di Indonesia yang jadi destinasi wisata. Nah, di Lombok hal ini bukan mustahil untuk dilakukan juga,” kata Rannya, Selasa (22/08/23).
Ia mencontohkan, pasar Beringharjo Yogyakarta, pasar Apung Banjarmasin, pasar Mama-Mama Papua, pasar Gede dan pasar Klewer di Solo, juga pasar Sukowati di Bali, semua tadinya adalah pasar tradisional biasa, namun telah berubah sebagai destinasi setelah disentuh.
Menurut putri mendiang HBK ini, Lombok memiliki keunikan tersendiri jika dilihat dari sisi lokasi pasar tradisional. Sepanjang jalan nasional dari Ampenan, Kota Mataram hingga Labuhan Lombok, Lombok Timur, bisa dijumpai belasan hingga puluhan pasar tradisional di sisi ruas jalan negara.
“Bayangkan kalau salah satu (pasar tradisional) menjadi destinasi wisata.Tentu ini akan berdampak bagus pada Lombok dan NTB umumnya yang sudah terbranding sebagai destinasi wisata internasional,” katanya.
Rannya juga mengajak generasi Milenialdan Gen Z mengubah mindset tentang pasar tradisional. Apalagi di era persaingan global dimana gerai pasar modern sudah banyak tersedia termasuk di Lombok ini.
Kata Rannya, gerai pasar modern pangsa pasarnya masyarakat perkotaan, ekonomi menengah ke atas. Sementara pasar tradisional terstigma menjadi pangsa ekonomi menengah ke bawah.
Padahal, sejatinya gerai pasar modernberkaitan dengan investasi dan modal kapital. Sementara pasar tradisional digerakkan masyarakat lokal.
“Pasar modern bisa menyumbang lapangan kerja sebagai karyawan, sementara pasar tradisional bukan saja membuka lapangan kerja tapi juga kesempatan dan wadah berwirausaha,” ujarnya.
Cita-cita HBK
Gagasan Rannya tentang pasar tradisional ini tak lepas dari semangat dan cita-cita mendiang ayahandanya, HBK.
Masyarakat Lombok dan NTB umumnya sangat paham jika almarhum HBK sangat serius bekerja mewakili rakyat di DPR RI, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama para petani.
Menurut Rannya, petani juga harus punya akses pemasaran yang lebih terbuka dan maksimal, salah satunya yakni pasar tradisional.
Karena itu, mindset masyarakat dan pedagang di pasar tradisional pun harus mulai diubah sedikit-demi sedikit. Mulai dari bagaimana kebersihan dan kenyamanan pasar, hingga bagaimana memberikan pelayanan dan hospitality yang ramah bagi pengunjung.
“Sehingga nantinya pasar tradisional bukan saja menampung hasil para petani, tetapi juga menjadi tempat yag nyaman dikunjungi, bahkan bisa menjadi destinasi wisata baru di Lombok ini,” katanya.
Saat ini, Rannya Kristiono mulai aktif membangun jejaring dan membuka ruang diskusi dengan kelompok muda di Lombok. Salah satu yang terus dibahas adalah bagaimana generasi muda bisa mendorong pengembangan pasar tradisional.
“Banyak rekan-rekan kita generasi muda Lombok yang fresh graduated, ada sarjana ekonomi, ada pertanian dan ada juga pariwisata. Mereka bisa kembali ke kampung untuk mengaplikasikan keilmuannya untuk masyarakat,” tukas Rannya
Kunjungannya ke pasar tradisional Kopang, Lombok Tengah, membuat Rannya optimistis menghadirkan pasar tradisional yang merujuk destinasi wisata. Apalagi lokasi pasar tradisional Kopang tepat di sisi jalan negara.
Dengan revitalisasi pasar dan mengkolaborasikannya dengan aspek pariwisata, menjadi triger pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan ekonomi, terutama para pedagang pasar dan para petani dan peternak
Di sisi lain, sebagai destinasi baru, pasar tradisional juga akan memperkaya khasanah potensi wisata di NTB ini.
“Kalau sekarang wisatawan masih banyak belanja di gerai modern, ke depan pasar tradisional bisa menjadi pilihan yang tak kalah menarik,” pungkasnya. (*)